Tampilkan postingan dengan label SEPAKBOLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPAKBOLA. Tampilkan semua postingan

25 Feb 2021

MARTAPURA FC DAN UJUNG PERTEMUAN INI

Martapura FC sempat mendapat julukan tim bayi ajaib,karena prestasi terbilang Ajaib. Terbentuk di Tahun 2009 atas inisiatif insan bola Di kota intan, martapura FC mampu berbicara banyak baik di tingkat regional maupun Nasional. Memulai dari divisi lll(Kasta ke 5 liga infonesia)pada tahun 2009 martapura fc mampu back to back selalu promosi hingga menembus divisi utama kasta ke dua liga indonesia pada tahun 2014 hanya dalam waktu 5 tahun. Bukan hanya sampai di situ saja setelah menjadi klub porofesianal martapura FC mampu hatrick Semifinal dan selalu "hampir" lolos ke liga 1, berjuang dari bawah dan menjadi kekuatan baru di persepakbolaan nasional. 

Namun sayang di awal tahun 2021 martapura FC mengalami kesulitan finansial dan harus di jual ke pihak lain juga beganti nama dan homebase. Sebuah berita yang mengejutkan bagi suporter dan pencinta MFC, karena martapura FC sudah mendapat tempat di hati masyarakat martapura dan banua.

Ya, , barangkali sepak bola memang diawali dari kesetiaan suporter, bukan dari gelimang kejayaan sebuah klub. Sepak bola tidak dimulai dari berapa juta rupiah kontrak dan gaji para pemain, tapi dimulai dari rasa cinta dan kesetiaan para penggemar. Jutaan rupiah kontrak dan gaji itu tak ada apa-apanya bila dibandingkan kesetiaan dan kecintaan teman-teman saya Martapura FC Diamond Suporter Dan Masyarakat Kabupaten Banjar kepada Martapura FC. Kegagalan Martapura FC bertahan di liga 2 menjadi pelajaran bagi kita semua bagaimana tata kelola sebuah klub profesional, sepakbola bukan hanya kepentingan "perut" sebagian kelompok,

Tentu, tidak ada kesebelasan di seluruh dunia yang ingin sejaraah klub nya di hilangkan. Situasi ini tentu, menjadi sebuah ironi, terutama bagi Martapura FC. Kami sadar, perjuangan bukan seperti sebentang garis lurus di peta. Tak ada yang mudah, tapi kami tak pernah dan tak akan pernah jera. Kami hanya ingin Menejemen pelatih dan para pemain paham satu hal: betapa kami merindukan MFC.

Kita semua menghayati betul bagaimana perjuangan Martapura FC di Liga indonesia pahit,manis sudah di lewati dan tibalah kita di ujung pertemuan.


Tugasku Sudah Selesai, warnamu sudah berganti, selamat jalan, semoga Bahagia dengan pelangi barumu. 

Martapura 2009 - 2021

#sasikatan

11 Apr 2019

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE 6 MARTAPURA FC DIAMOND SUPORTER(MONSTER)

https://m.youtube.com/watch?v=LkbAb1GSjck

hari hari terus berganti

perjuangan takkan pernah terhenti

bulan tahun berlalu

harapan takkan beku

martapura kami setia padamu

itulah penggalan lirik lagu Bersama kita kan juara cipt : Cassabulganangkula ,lirik yg sederhana namun menimbulkan emosi tersendiri.

Hari ini Tanggal 11 April 2019 Martapura FC Diamond Suporter(MONSTER) berusia 6 tahun, Usia yang terbilang sangat muda. apabila di bandingkan dengan The Jax, Bobotoh, Aremania dan kelompok kelompok suporter lain nya di persepakbolaan indonesia.
Didirikan tanggal 11 April 2013 oleh sekelompok anak muda yang ingin Mendukung Martapura FC. MONSTER tak bisa dipungkiri adalah nafas baru yang membuat detak jantung MARTAPURA FC berdenyut. MARTAPURA FC kala itu Berlaga di kompetisi amatir. MONSTER datang bukan langsung menjadi seperti sekarang ini. Dimulai dari masa yang kecil namun mempunyai mimpi yang besar. Diremehkan? ya pada awal kebanyakan mungkin orang akan tertawa melihat supporter Di Tribune yang hanya secuil bernyanyi untuk tim “Medioker”. Namun mereka tetap “kada takutan!” (tidak takut) karena sebuah mimpi mereka membangun MARTAPURA FC.

Dalam dunia sepabola Klub dan Fans(Suporter) memang tidak bisa di pisahkan, saling membutuhkan, klub tanpa suporter tidak akan bisa hidup dan sebaliknya.
selama ini hubungan Menejeman Martapura FC dan Martapura FC diamond Suporter(MONSTER) terjalin Sangat Harmonis, terbukti dengan selalu di libatkan Nya monster dalam kegiatan2 martapura FC. semoga kedepannya tidak ada Konflik antara Menejemen dan kelompok suporter, selalu solid dan loyal mendukung Martapura FC.

Akhirukalam...
Selamat Ulangtahun yang ke 6 Martapura FC Diamond Suporter(MONSTER) makin solid, kreatif dan Kritis.  bagi Kami, janji setia menjadi sekelompok manusia yang terus mendoakan dan mendukungmu Martapura FC  tidak akan pernah bisa diingkari. Karena hanya maut-lah yang akan membuat Kami tidak bisa lagi mendoakan dan mendukungmu.

#SASIKATAN
#Kita6isa

18 Mar 2019

INI CARA SAYA MENDUKUNG TIM DARI SISI YANG BERBEDA

Kalau kita berbicara tentang klub sepakbola, tentu tidak terlepas dari suporternya. Antara klub dan suporter merupakan dua hal yang berkaitan, tidak bisa berdiri sendiri. Suporter ada karena berdirinya sebuah Klub yang mereka dukung, dan Klub Sepakbola juga bisa berdiri jika ada suporternya.
nah mungkin saya adalah 1 dari miliaran suporter di muka bumi ini.beberapa tahun ini menjadi suporter Martapura FC saya mempunyai satu sisi yang berbeda dengan suporter pada umum nya. selalu Berusaha Menjaga jarak dengan pemain. justru jarang sekali meminta foto atau tanda tangan ketika bertemu langsung dengan pemain Martapura FC.
Saya mempunyai alasan kuat memilih menjaga jarak dengan pemain Martapura FC. saya merasa jadi lebih lepas mengkritik pemain ketika Martapura FC bermain jelek. “Kalau saya dekat dengan pemain, otomatis akan segan jika memberikan kritik saat tim kalah. Kadang kalau ketemu langsung yang mengobrol biasa. Tapi tidak sampai terlalu dekat secara personal,”
memang Ada sedikit perbedaan pandangan dari sebagian suporter tentang bagaimana cara mendukung tim kesayangan mereka. Ada kelompok yang berpikir totalitas dalam mendukung tim berarti tim harus didukung dalam keadaan apapun, baik ketika bermain buruk maupun ketika bermain bagus. Begitu juga ketika menang, seri atau kalah. Dan kelompok ini seakan mengharamkan kritik terhadap pemain yang bermain sangat buruk sehingga sebabkan kekalahan timnya. Mereka berpendapat bahwa pemain yang bermain buruk tidak pantas dikritik karena dia sudah berjuang dan bermain dengan penuh semangat. Jadi bagi kelompok suporter ini kritik terhadap permainan seorang pemain yang bermain buruk adalah sebuah bentuk penghianatan terhadap loyalitas kepada tim yang didukung. Dan sering hujatan balik akan mereka berikan kepada sang pengkritik sebagai suporter glory hunter yang hanya mendukung tim ketika timnya menang.
Kadang pressure atau tekanan akibat kritik yg obyektif lebih diperlukan daripada pujian atau dukungan berlebih yang kadang membuat seseorang terlena sehingga tidak merasa ada kekurangan pada dirinya.
Mengkritik satu atau dua pemain tidak serta merta berarti mengkritik tim secara keseluruhan, karena bisa saja pemain lain bermain bagus.
Jadilah suporter untuk klub atau tim bukan cuman fans seorang pemain, yang pada kenyataannya pemain bisa berganti tiap musim. Kritik terhadap penampilan buruk seorang pemain adalah hal yang wajar dari seorang suporter karena pemain dibayar oleh klubnya untuk selalu menampilkan permainan terbaiknya, tapi haruslah dilakukan secara obyektif. Puji saat mereka bermain bagus dan kritik saat bermain buruk.

masing masing suporter mempunyai cara sendiri mendukung tim nya creatiflah, lakukan, dan jaga semangat itu agar tidak padam maka rasa bangga akan muncul dalam diri anda.

Tetap Kritis dan Es Teh manis
*Martapura FC Kudamping Hingga Akhir

14 Mar 2019

SATU DEKADE, BISAKAH MARTAPURA FC MENGULANG HATRIK SEMIFINAL DAN KLIMAKS NYA LOLOS KE LIGA 1 ?

11 maret 2019 Martapura FC genap berusia 10 tahun sebuah usia yg menunjukkan perjalanan Martapura FC di kompetisi nasional, manis,pahit dan getir kompetisi sudah kita lalui saat nya Martapura FC menjadi klub yg lebih profesional lagi baik dari menejemen,tim pelatih,pemain dan suporter.

Angka 10 merupakan angka yang mempunyai makna kesempurnaan, mungkin tahun ini adalah momentum yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Martapura FC, saatnya Martapura FC di kelola dengan lebih baik lagi, dengan sistem menejemen yg lebih efisien.
Di usia 10 tahun Martapura FC dan Musim ke 5 di kasta ke dua liga indonesia, inilah saatnya mengakhiri kutukan 3 kali semifinal. suatu prestasi yg membanggakan untuk tim yg baru berusia 10 tahun juga sesuatu yg menyakitkan untuk di kenang, bagaimana tidak di musim 2014 pertama kali martapura fc berkompetisi di divisi utama hampir lolos ke Indonesia Super League(ISL) sebelum di kandaskan persiwa wamena.
Kemudian pada ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, Martapura FC kembali berhasil melaju hingga semifinal dan kemudian kalah atas Perssu Sumenep pada perebutan juara III dalam drama adupenalti yang berakhir dengan skor 2-1.
Kemudian pada kompetisi Liga 2 2017, Martapura FC kembali menunjukkan kelasnya dan lagi-lagi masuk babak semifinal, sebelum di kalahkan persebaya 3 - 1 dan di perebutan juara III yang merupakan tiket terakhir untuk lolos ke liga 1 Lagi-lagi martapura fc gagal, kalah secara dramatis di menit menit akhir atas PSIS semarang dengan Skor 6 - 4.
adapapun di musim 2017 performa martapura fc sedikit menurun tidak mampu lolos ke babak 8 besar dengan hanya menempati posisi 5 di klasmen akhir liga 2 2017 wilayah timur.

Lalu apakah semangat musim 2014, 2016, dan Musim 2017 tertular ke tim Martapura fc Musim ini ? Pertanyaan yang hanya bisa di jawab oleh menejemen,pelatih, dan pemain Martapura FC sendiri.

masih ada waktu untuk Martapura FC terus berbenah dan mempersiapkan tim yang solid.
Bagaimanapun seharusnya kuota pemain yang berpengalaman bisa lebih dimaksimalkan dengan membeli pemain yang secara kualitas jauh di atas pemain lokal yang ada, tanpa mengesampingkan talenta pemain banua, sesuai misi awal didirikannya martapura fc untuk mewadahi bakat bakat muda putra daerah.

Akhirul kalam, Selamat Ulang Tahun yang ke-10 Martapura FC dan selamat berjuang di kompetisi liga 2. Cepat berbenah dan bangkit, jadikanlah kritik Martapura FC Diamond Suporter(MONSTER) dan Masyarakat bola banua sebagai motivasi.
kritikan kami di media sosial ataupun di lapangan semata mata adalah bentuk kecintaan kami Kepada Martapura.

Jadi tidak perlu melakukan framing Suporter Muda - Suporter Tua, karena mau muda ataupun tua, cara kami mencintaimu tetap sama dan tak pernah berubah. 

Merah akan S'lalu menjadi warnamu
martapura Akan S'lalu menjadi istanamu
teruslah berlari Macan Gaibku
we are with you together

28 Jul 2018

Cerita Awaydays Balikpapan kota Minyak

Hallo, malam ini di temani secangkir Teh panas dan Sebungkus gabin Lido khas Balikpapan saya niat nulis lagi.

Sebenarnya Away Balikpapan tidak di rencanakan, Berawal bercandaan senin Malam bersama teman2 suporter senior MFC (Khususnya Amad JM yg raja mahabui kawan) ternyata menjadi kenyataan untuk kami berangkat ke Balikpapan.

Selasa 24 juli 2018 sungguh hari yang luar biasa untuk saya.
Setelah lama vakum menjalani AwayDays akhirnya bisa kembali mengawal tim kebanggaan di kandang Lawan.
Pergi ke kandang lawan selalu menggairahkan. Ada atmosfir yang tak biasa dibandingkan mendukung di kandang sendiri. Ada bahaya, ada risiko, ada biaya yang mesti dikeluarkan, ada kompromi yang harus dibuat terkait jadwal kerja, sekolah, dll.
Sebelum berangkat kita menyempatkan diri untuk berdoa kepada Tuhan. Kita semua bermunajat kepada sang maha pencipta agar perjalanan kita di berikan kelancaran dan juga kemudahan.
Pukul 22:15 wita saya dan 20'an teman teman Martapura FC Diamond Suporter(MONSTER) Dengan 3 unit Mobil minibus beriringan Mulai beranjak meninggalkan Kota intan Martapura Menuju kota Balikpapan Kalimantan Timur. Di tengah sejuknya angin malam kami Berangkat dengan semangat juang tinggi kita bersama sama berangkat ke kota Balikpapan. Semua halangan tidak menyurutkan kita untuk mendukung tim Kebanggan kita MARTAPURA FC yang akan bertanding dengan tim tuan rumah Persiba Balikpapan. 458 Kilometer telah kita tempuh hingga akhirnya pukul 08:30 wita kami tiba di kota Minyak Balikpapan Kalimantan Timur.
Saya mengucapkan Banyak banyak Terimakasih Untuk Warga Martapura dan masyarakat Kalimantan Selatan yg menetap di Kalimantan Timur sudah menyambut kami dengan hangat, menyediakan tempat untuk beristirahat sejenak bahkan menjamu kami makan siang dan malam. Sebuah solidaritas warga banua di perantauan yg perlu kita jaga.
Setelah cukup beristirahat pukul 17:30 wita kami mulai menuju Stadion Batakan Balikpapan dari tmpat kami istirahat di Perumahan Balikpapan baru,
Di perjalanan menuju stadion kami banyak bertemu suporter tuan rumah yg sekedar menyapa karena sejatinya Monster dan balistik atau suporter persiba balikpapan lain nya memang tidak ada masalah jadi suasana nya saling Resfect.
Pukul 18.20 wita kami tiba di stadion Batakan lalu membeli tiket, pukul 18.30 wita kami di arahkan oleh panpel dan pihak keamanan untuk menuju ke tribun utara. Rasa kagum langsung tersirat di benak saya ketika pertama kali menginjakkan kaki di stadion batakan yg menghabiskan dana 1,2 triliun rupiah.
Tepat pukul 18.00 wita pertandingan di mulai, kali ini martapura fc menggunakan jersey merah merah dan tim persiba menggunakan kaos jersey biru biru. Martapura fc sempat unggul di menit menit awal membuat kami semakin lama semakin lantang suara ini kami teriakan untuk mendukung tim kebanggan kita semua. Sungguh hari  yang luar biasa untuk kita semua, selama pertandingan berlangsung kita terus bernyanyi dan membakar semangat Martapura FC. Meskipun di menit menit menjelang pertadingan berakhir kita kecolongan oleh goal dari tuan rumah, itu menjadi pemacu kita untuk berteriak semakin lantang untuk terus menyemangati Martapura FC.

Peluit panjang dari wasit pun menyudahi pertandingan pada malam itu, sungguh hasil yang sama sekali tidak kita harapkan. Ini kekalahan kesekian kali nya di partai away, ada kalah dan juga menang. Pemain sudah berusaha semaksimal mungkin di pertandingan hari itu. Dan kita patut memberikan apresiasi kepada mereka semua. Semoga hasil ini cepat di evaluasi dan semoga Martapura FC bisa cepat bebenah untuk putaran ke dua nanti.
Seusai pertadingan kita saling sapa dengan suporter tuan rumah, berjabat tangan, saling tukar syal atau atribut lain nya bahkan Jangan heran juga jika satu sama lain saling tukar kontak, apalagi yang berbeda jenis kelamin. Biasa, mencari kesempatan dalam sepakbola.

Sungguh pengalaman yg sangat berharga dari sebuah awaydays.
Sampai bertemu di Martapura teman2....
pengalaman ini akan menambah semangat kami untuk tak lelah mengawal Laskar Sultan Adam.
Jadialah kebanggan untuk martapura FC di manapun berada.

*Penulis cuma seorang karyawan yg mencintai sepakbola dan martapura fc, biasa aktif berkicau di akun fb matt T-Bonk

15 Sep 2017

MENGINTIP LAWAN MARTAPURA FC DI 16 BESAR LIGA 2

Fase grub Liga 2 indonesia grub 5 sudah berakhir dengan menempatkan Martapura FC sebagai Runer Up grub 5 dengan demikian mengantarkan martapura Fc ke babak 16 besar liga 2 indonesia.
Dengan menjadi runner up Grup 5 maka di babak 16 besar Martapura FC akan tergabung di Grup D, yang terdiri atas juara di Grup 6(Ps Mojokerto putra) dan 8(Persiwa Wamena), sedangkan satunya lagi adalah runner up di Grup 7(Madura FC).
Sebelum memasuki babak 16 besar mari kita intip calon lawan2 martapura fc.

PSMP Mojokerto

PSMP Mojokerto adalah klub sepak bola yang berasal dari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Klub ini bermarkas di Stadion Gajahmada, Kota Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur yang berkapasitas 10.000 penonton. meskipun tidak didukung dengan dana yang sangat besar, tim ini mampu menjuarai Divisi 1 Liga Indonesia musim 2008/2009. Sekarang tim ini sudah memiliki bada hukum atau sudah dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT).

Dalam kompetisi Liga 2 Indonesia tahun 2017, PSMP Mojokerto mencoba memberikan dobrakan dengan membawa Danilo Fernando (Mantan pemain Persik Kediri) yang juga suami dari Ayu Sartika Virianti(anak Vigit waluyo menejer Psmp)untuk dijadikan CEO.
posisi pelatih Di percayakan Kepada Nusyadera.
Tergabung di Grub 6 bersama klub2 yang mapan di kompetisi liga indonesia Seperti Persik kediri, Kalteng Putra, Psmp mampu menjuarai grub 6 dengan Poin 22 hasil 7 kali menang 1 kali draw 4 kali kalah. Memasukkan 25 gol dan kemasukan 18 gol.
Pemain kunci di Psmp Di sektor bek ada Djayusman triasdi mantan palang pintu Psm makassar,persela lamongan. Di lini tengah ada Tamsil sijaya juga mantan pemain Psm, tamsil di kenal pemain yg keras khas anak makassar.
Dari head to head pertemuan Martapura Fc vs Psmp sebanyak 2 kali Martapura Fc belum pernah kalah dari Psmp, divisi utama 2014 Martapura Fc vs Psmp 2-0
Psmp vs Martapura Fc 3-3.
Tapi Psmp Musim ini berbeda dengan Psmp beberapa tahun lalu,kalau tidak hati2 bisa saja psmp menjadi sandungan untuk martapura fc menuju fase selanjutnya di liga 2, dengan dukungan Finansial yg melimpah seperti Sponsor tugas negara bos milik anak orang nomor 1 di negeri ini. Serta sosok Menejer Vigit Waluyo, bagi penikmat sepakbola negeri ini siapa yg tidak kenal sepak terjang Menejer satu ini.
Kecintaan Vigit pada sepakbola bahkan melebihi sang ayah, H Mislan. Jika sang ayah mampu memindahkan klub dari Bali, Gelora Dewata, dari Bali ke Jawa Timur dan menjelma menjadi Delta Putra Sidoarjo (Deltras), dan memanajeri PSMP Mojokerto Putra, Vigit lebih dari itu. Lebih banyak klub yang ia pindah dan ubah.

Ia tercatat pernah menangani Persiwangi Banyuwangi, PSIR Rembang, hingga berada dalam lingkaran tukar guling sebuah klub. Beberapa klub yang mendapat sentuhan sulap magis Vigit antara lain Persikubar Kutai Barat yang kemudian menjelma menjadi Persebaya Surabaya hingga Surabaya United dan sekarang menjadi Bayangkara Fc, Mitra Kukar, dan terakhir Perseba Super Bangkalan menjadi PBFC.
Itu baru untuk urusan klub yang berubah. Vigit juga terkenal jago memboyong pemainnya ke dalam satu klub. Pemain-pemain yang jago urusan "nonteknis".

Dari tiga musim kompetisi Divisi Utama terakhir (2011-2014) klub-klub yang dicampur-tangani Vigit adalah PSBK Kota Blitar, Perseba Super Bangkalan hingga PBFC yang menjadi juara Divisi Utama 2014.

Untuk membuktikannya, ambil saja secara acak pertandingan dari tiga klub dan tiga musim berbeda itu. Maka akan ditemukan nama-nama yang sama. Bukan hanya pemain, pelatihnya juga sama: Nus Yadera, dan manajernya juga Ayu Sartika Virianti.

Madura FC

Madura FC (Madura Football Club) merupakan salah satu klub yang berasal dari pulau Madura Jawa timur. Madura FC sudah mengalami beberapa kali perubahan nama sesuai daerah yang memberikan sponsor buat Madura FC. Awal mula bernama Persebo Bondowoso berdiri pada tahun 1990, kemudian di gelarnya ISC B 2016 hak kepemilikan Klub berubah dan di ambil alih oleh seorang pengusaha dari Sumatera Selatan dengan nama Persebo Musi Raya dan sempat bermarkas di Sumatera Selatan. Nama Persebo Musi Raya hanya bertahan selama satu tahun pada gelaran ISC B 2016. Setahun mengikuti ISC B, Persebo Musi Raya kembali ke Jawa TImur dan bermarkas di salah satu kabupaten yang terkenal sepak bolanya Madura. Setelah di ambil alih Oleh PT Sepakbola Madura Bangkit Pada tahun 2017 Madura FC berdiri dan menjadi salah satu perserta Liga 2 Indonesia 2017 dan bermarkas di Stadion Ahmad Yani, Madura, Jawa Timur.
Tergabung di grub 7 bersama persigo semeru,celebest,ps badung, persekam,ps sumbawa madura fc mampu finis di posisi runer up grub 7 dengan poin 22 hasil dari menang 6 kali seri 4 kali dan kalah 2 kali.
Di musim ini skuad Madura Fc di isi pemain2 bintang sebut saja Okto maniani,aldair Makatindu, juga jangan lupakan sayap lincah Eks Martapura Fc M.Slamat. selain pemain2 tersebut Sosok pelatih di madura fc Salahudin dan Asisten nya Ismayana Arsyad menjadi nama yang tidak asing bagi penikmat sepakbola banua, karena kedua nya pernah Satu tim Bersama Pelatih Martapura saat ini Frans sinatra huwae di barito sewaktu mengantarkan laskar antasari ke semifinal ligina 1

MH Said Abdullah, Presiden Madura FC, menjamin komitmen manajemen buat dapatkan tiket promosi ke Liga 1 2018. “Jika ada pemain minta digaji Rp 25-30 juta sebulan, itu pun tak masalah. Terpenting ia bagus dan mampu membawa Madura FC ke Liga 1. Ayo buktikan!” tegas MH Said.    

Ini tantangan berkelas bagi Salahudin dan skuatnya. Demi finish tiga besar di Liga 2 2017, manajemen menyiapkan Rp 10 miliar. Itu jumlah yang terbilang memadai dan aman di level Liga 2. Kini, tinggal Salahudin memantapkan derap skuat guna mewujudkan obsesi besar manajemen.

PERSIWA WAMENA

Persatuan Sepak Bola Indonesia Wamena (biasa disingkat: Persiwa) adalah sebuah klub Sepakbola profesional Indonesia yang bermarkas di Wamena,Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Tim yang dijuluki "Badai Pegunungan" ini memulai debutnya di Liga Utama Indonesia pada Liga Djarum VI, dengan warna kostum hitam hijau. Tim ini berada di Divisi Utama sejak musim kompetisi tahun 2006.

Bagi pendukung Martapura Persiwa menjadi mimpi buruk, bagaimana tidak tim inilah yg menjegal mimpi bayi ajaib berlaga di ISL, Kala itu Persiwa berlaga di semifinal yg mendapatkan durian runtuh dari Skandal Sepakbola gajah yang melibatkan PSIS dan PSS Sleman.
Di pertandingan semifinal divisi utama 2014 persiwa berhasil unggul dari martapura fc. persiwa sendiri saat itu terbukti memainkan pemain yang sedang terhukum alias tidak sah yakni Pieter Rumarophen.

Martapura FC pun sempat melakukan protes terkait Persiwa yang ternyata memainkan pemain tidak sahnya tersebut.

Namun ternyata hal itu juga tak berbuah hasil, karena faktanya Martapura FC tetap tidak bisa lolos ke kasta tertinggi.

Sedangkan Persiwa juga tak berhasil berpromosi ke ISL musim 2015 (sekarang Liga 1) karena tak lolos verifikasi hingga kembali bermain di Divisi Utama (Liga 2).

Pada kompetisi liga 2 musim ini Persiwa tergabung di grup 8 bersama Persbul Buol, Yahukimo FC, Persifa Fak-Fak, PSBS Biak, Persigubin Gunung Bintang, dan Perseka Kaimana. 
Berbeda dengan grup lainnya, untuk grup 8 seluruh pertandingan digelar di Sidoarjo Namun tetap menggunakan format kandang-tandang.

Persiwa Wamena sempat diumumkan mundur jadi peserta Liga 2 2017 oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, Menyusul manajemen Persiwa hingga batas waktu yang ditetapkan belum juga mendaftarkan pemain mereka untuk kompetisi kasta kedua di Indonesia.
Tapi akhirnya hal itu diralat kembali lantaran pihak Persiwa telah mendaftarkan pemain mereka ke PT LIB. "Sebenarnya keputusan untuk menerima lagi Persiwa sudah sepenuhnya menjadi wewenang PSSI. 
Walaupun dengan persiapan yang mepet nyata nya Persiwa mampu merajai Grub 8 dengan poin 20 hasil 6 kali Menang, 2kali seri,dan 2kali Kalah.
Performa apik Persiwa musim ini tidak lepas dari sentuhan dingin pelatih Djoko susilo. Setelah delapan tahun meninggalkan Persiwa Djoko Susilo akhirnya diminta pemilik klub Jhon R. Banua untuk melatih klub asal Kabupaten Jayawijaya itu di pentas Liga 2.
Pelatih asal Turen, Kabupaten Malang itu diharapkan bisa mengembalikan kejayaan Persiwa yang pernah beberapa musim berkiprah di kompetisi tertinggi di Indonesia.
Djoko Susilo adalah pelatih yang pernah mengangkat klub berjuluk Badai Pegunungan Tengah itu sejak dari Divisi Dua hingga ke pentas ISL.
Persiwa di dominasi pemain muda dengan gaya khas anak anak muda papuanya yang kuat dan full speed di padukan dengan pemain senior seperti Habel satya,yesaya desnam, dan Jaelani Arey.

Beruntung di babak 16 besar ini Persiwa Tidak berhome base di Stadion Pendidikan wamena tapi berhome base di sidoarjo jawa timur, tentu ini menguntungkan bagi Martapura fc dan tim Lain yang tergabung di grub D liga 2. Sehingga tim tidak perlu mengeluarkan biaya yg besar untuk tur ke papua seperti waktu divisi utama 2014 ketika away ke pegunungan bintang papua.

sebagai team Martapura FC mempunyai rekor yang bagus bermain di kandang termasuk menang dari Persebaya yang bertabur bintang. striker Qiskil gandrum sangat berbahaya di kotak penalty lawan dengan catatan mencetak 8 goal dan juga 7 gol dari Adiel"griezman"bogel, jngan lupakan juga peran dari second line ada Rifan Nahumahury dan Sandy Pratama serta metronom yang di main kan apik oleh Marchel huwae.

Sedikit Catatan Untuk Coach Frans Sinatra Huwae dan Tim Pelatih adalah Konsentrasi di awal dan akhir pertandingan yang biasa nya menurun sehingga sering terjadi nya gol, serta emosi pemain supaya jangan mudah tersulut karena di babak 16 besar ini pasti semua tim akan menghalalkan segala macam cara untuk memancing emosi pemain kita, disinilah penting nya peran pemain senior seperti Qiskil untuk mengayomi pemain muda. masih ada waktu Coach frans untuk membenahi. yakin kita bisa, MONSTER akan selalu mendamping MARTAPURA FC Hingga akhir.

Selamat berjuang di 16 besar Martapura FC

Hanya Kuasa TUHAN yang Maha Berkehendak

#MartapuraPunyaBola
#MfcHappy
#Sasikatan

6 Mei 2017

Lirik chant Mfc

          LONGLY LIFE MY MFC

Apa kabar mu Martapura ku
Ku tahu kamu setia menunggu 
Walaupun aku selalu sok sibuk
Kini ku datang hanyalah untukmu

Reff:
Aku ada di sini mendukungmu 
Sekali lagi seperti dulu 
Senang ataupun susah 
Selalu ceria Long Live My MFC

Laaa.... Lalaaa...lalaaaa....
Laaa.... Lalaaa...lalaaaa....

Sedihmu jadi tangis untuk ku
Senyummu jadi tawa bagi ku
Kita semua seperti saudara 
Tumbuh bersama sampai kita tua

Apa kabarmu Martapura ku
Lama terasa tidak bertemu 
Mungkin dirimu telah banyak berubah 
Jadi apapun tak masalah 

Back To Reff

                 

                  MFC DAY

Hari yang indah ku tunggu-tunggu
sekarang saatnya kita kumpul
atur rencana dan barisan
bersiap untuk pesta pora

silahturahmi Monster family
dari semua penjuru bumi
ayo kumpul keluarga
di Mfc day

18 Feb 2017

JERSEY MARTAPURA FC DAN DAYA MAGIS BAGI TIM

Jersey, untuk penggemar sepakbola kata “jersey” mungkin sudah tak terasa asing di telinga, karena jersey merupakan suatu ciri dan kebangaan serta bukti bahwa penggila bola tersebut “memuja” dan mendukung klub kesayangannya. Tulisan ini sendiri terinspirasi dari penglihatan saya serta obrolan di antara kawan-kawan saya tentang “Wabah” jersey sebagai “mazhab” baru berpakaian (khususnya di kalangan kaum remaja). Ini terkait dengan bagaimana sepakbola di negeri kita seakan sudah menjadi olahraga ”primer” (walaupun timnas dan organisasi sepakbola kita masih stagnan), namun peran media dalam menyiarkan pertandingan dari liga kelas dunia menjadi “berkah” bagi fans sepakbola yang menyaksikan tayangan tersebut.
Seperti yang dijalskan sekilas pada paraghraph di atas jika “Jersey” biasa diartikan sebagai seragam/ kostum dari sebuah klub dan tim nasional sepakbola. Dalam sepakbola jersey merupakan salah satu syarat wajib dalam olahraga ini sebagai pertanda sebuah klub. Jersey sendiri biasanya dikaitkan dengan sejarah atau filosofi sebuah tim sepakbola, Kita ambil contoh jersey AC Milan yang mempunyai filosofi I Rossoneri (Merah-hitam) . Herbert Kilpin pernah berujar “ Warna Kami akan merah, seperti setan dan Hitam, yang menebar ketakutan pada lawan-lawan kami” secara ringkas bisa diartikan jika warna Merah-Hitam pada jersey AC Milan adalah “Setan yang menakutkan” tentu filosofi bukan berarti AC Milan sebuah klub pemuja “Satanic” (pemuja setan) namun lebihsebagai “identitas” untuk menjatuhkan mental lawan yang menghadapi mereka.Dari ringkasan diatas bisa kita lihat bahwa warna jersey sebenarnya amat terkait dengan kesan (image) yang ingin yang di tunjukkan oleh suatu tim sepakbola.
Selain sebagai identitas sebuah klub sepakbola jersey juga di gunakan oleh klub sebagai "Baliho" untuk memampang sponsor yang menopang mereka di kompetisi.
Kini jersey bukan lagi hanya sekedar seragam yang menutupi tubuh pemain, jersey juga bukan lagi hanya sekedar warna yang digunakan untuk membedakan satu klub sepakbola dengan klub yang lain. Di Era ini jersey sudah menjadi symbol kemakmuran sebuah. Bisa kita lihat mana tim elit & Tim medioker dengan melihat sponsor yang terpampang di jersey mereka.

Bagaimana dengan jersey klub klub di indonesia??? Beberapa tahun kebelakang pasca era Liga Indonesia(LIGINA) Semua klub di indonesia seolah berlomba lomba mendesain jersey mereka semenarik mungkin bahkan ada beberapa klub yang mengadakan lomba desain jersey mereka.

Membicarakan jersey tim lokal menarik untuk kita Ulas jersey tim Dari kalimantan Selatan yaitu Martapura FC yang Mengangkat Tema Kearifan Budaya di jersey tim yang di Gunakan di Turnamen Piala Presiden 2015 dan Kompetisi ISC B 2016.
Tengoklah jersey yang di gunakan Martapura FC penuh dengan makna-makna budaya lokal yang penuh kearifan dan inspirasi.
Jersey yang dipakai oleh pemain Martapura FC kali ini disisipi dengan motif sasirangan, baik di jersey home maupun away.

Pertama kita lihat dari makna warna yang menghiasi jersey Martapura FC, warna Merah melambangkan kesan energi, kekuatan, keberanian, simbol dari api, pencapaian tujuan, perjuangan, kecepatan. Warna ini dapat menyampaikan tema yang menunjukkan keberanian seseorang. energi, olahraga dan permainan

Sementara warna Putih,menunjukkan kedamaian, spiritualitas, kesucian, kesederhanaan, kesempurnaan, persatuan. Warna putih untuk menampilkan atau menekankan warna lain serta memberi kesan kesolidan.

Sedangkan warna Hitam, melambangkan perlindungan, pengusiran sesuatu yang negatif, mengikat, kekuatan, formalitas, misteri. Sehingga warna hitam menambahkan kesan tegas akan sebuah kekuatan dan kekompakan tim.

Sementara motif sasirangan yang ada di jersey memberikan kesan pertama dengan maskot Macan Gaib yang dimiliki oleh Martapura FC. Motif ini juga merupakan perpaduan motif Sasirangan Naga Balimbur danDaun Jeruruju yang mempunyai makna kuat, pemimpin, ceria, gembira, dan penolak unsur negatif.

Diharapkan menjadi semangat juang pantang menyerah terhadap lawan, tak kenal takut laksana karang yang tak pernah pilih lawan. Tak surut semangat walau laut tidak pasang. Semangat berjuang sampai akhir.
http://www.martapurafc.com/2015/09/jersey-martapura-fc-penuh-makna.html?m=1
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/04/21/tolak-bala-di-kostum-baru-mfc

Semoga dengan di sisipkan nya Motif sasirangan di jirah Martapura FC dapat mengangkat budaya banua di tingkat Nasional.

MARTAPURA FC THE REAL BANUA

MEMDEDIKASIKAN NO 12 UNTUK SUPORTER

Mempensiunkan nomor punggung untuk sang legenda memanglah sering terjadi dalam sepakbola. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada seorang pemain yang telah memberikan dampak besar bagi klub.

Nomor punggung itu pun menjadi keramat. Yang artinya, tidak boleh ada pemain lain yang menggunakan nomor punggung tersebut setelah si pemain pindah atau pun pensiun dari klub.

Seperti halnya nomor 10 di klub Napoli yang dipensiunkan untuk Diego Maradona atau nomor punggung 6 dan 3 di AC Milan untuk sang legenda Franco Baresi dan Paolo Maldini.

Di Indonesia sendiri ada beberapa klub yang memensiunkan nomor punggung untuk legendanya. Sebut saja nomor 19 di Persebaya Surabaya sebagai bentuk penghormatan kepada Eri Irianto yang meninggal dunia pada tahun 2000. 

Bukan hanya pemain yang pernah berjasa, suporter bisa saja punya hak untuk dikeramatkan. Dan nomor yang diharamkan untuk dipakai adalah nomor milik kiper cadangan: 12. Nomor ini sudah diakuisisi suporter karena mereka kerap dianalogikan sebagai pemain ke-12 dalam sebuah pertandingan.

Klub-klub di Eropa seperti Bayern Muenchen dan Lazio sudah mengeramatkan nomor 12 ini. Di sepakbola Asia, hal semacam itu juga sudah mulai dilakukan. Bahkan di Liga Jepang hampir seluruh klub profesional memensiunkan nomor 12 untuk para suporternya.

Lalu bagaimana di Indonesia? Martapura FC sepertinya menjadi salah satu klub yang mempensiunkan nomor 12-nya untuk suporter mereka. Pada tahun 2014, nomor itu resmi diberikan oleh Menejemen Laskar Sultan Adam kepada Monster & Lady monster(Sebutan untuk Suporter Martapura FC). http://banjarmasin.tribunnews.com/2014/04/05/pemain-mfc-dilarang-pakai-nomor-12

Martapura FC memang bukan yang pertama atau satu satunya klub di indonesia yang memberikan no 12 untuk suporter. Tapi yang patut di apresiasi dari menejeman laskar sultan Adam Memberikan sebuah penghargaan untuk suporter. kehadiran pemain ke-12 di stadion adalah elemen penting dalam sebuah pertandingan sepakbola.

Bangga menjadi bagian Keluarga Besar Martapura FC, Jadilah suporter yg berguna bagi tim kesayangan anda :) Forza Martapura FC!!!

14 Des 2016

KUTUKAN SEMIFINAL MASIH HANTUI MARTAPURA FC

JEPARA - Martapura Fc lagi lagi harus tertunduk lesu usai dibungkam oleh PSCS Cilacap dengan skor 1-2. Kekalahan tersebut membuat laju Martapura Fc terhenti di babak semifinal Turnamen ISC B Kutukan semifinal di turnamen besar untuk Martapura Fc tampaknya terus berlanjut.
Bertanding di Stadion Bumi kartini jepara Rabu malam(14/12/2016) martapura fc harus mengakui keunggulan Tim pscs cilacap walaupun sempat unggul 1-0 di babak harus kecolongan gol di akhir babak 2 dan pertandingan pun harus di lanjutkan dalam babak perpanjangan waktu. Lagi lagi martapura fc kecolangan gol dan harus merelakan tiket final kepada pscs cilacap.
Kekalahan ini juga semakin menegaskan, kutukan semifinal masih membayangi kubu tim Laskar Sultan Adam. Kekalahan dari Pscs memperpanjang rekor buruk Martapura fc di babak semifinal turnamen besar. Pasukan Frans sinatra ini  telah menelan tiga kekalahan semifinal terakhir mereka.

Tapi secara keseluruhan perjalan tim martapura fc sudah cukup menjanjikan untuk kompetisi divisi utama musim depan, dengan deretan pemain muda yang haus akan kemenangan.
Penampilan di Turnamen ISC B 2016 ini. Dan itu yang harus dijadikan pijakan untuk melakukan perbaikan. Kita memang terjatuh. Tetapi, yang paling penting bukanlah meratapi kejatuhan itu. Terpenting adalah bagaimana kita bangkit untuk bisa lebih baik di Kompetisi Divisi Utama musim depan. Dan untuk bisa bangkit dari kejatuhan, tentu kita harus belajar dari kesalahan. Belajar mengoreksi semua kekeliruan yang menjadi penyebab kegagalan. Dengan belajar dari kesalahan, diharapkan hasilnya lebih baik. Apa saja yang harus dilakukan.

Saatnya kita move on. Mari mempersiapkan tim lebih terencana dan matang untuk persiapan tampil di Kompetisi Divisi Utama Musim Depan. Persiapan matang bukan hanya soal menyatukan tim dalam waktu lama. Bukan pula soal menggelar pertandingan uji coba yang cukup. Tetapi juga memantau bakat-bakat muda yang belum terpantau di Banua ini. Filosofi blusukan ke daerah-daerah demi mencari “Intan intan yang belum dipoles”, perlu kembali dilakukan.  

Mental tanding dan kegembiraan bermain inilah yang perlu untuk ditanamkan sejak dini kepada skuad muda yang akan tampil di kompetisi divisi utama berikutnya. Bahwa, sebuah pertandingan itu hanya punya kemungkinan: kalah atau menang. Tetapi yang terpenting adalah ikhtiar keras dan mental yang benar untuk melakoninya.
Tim Martapura Fc memang terjatuh di Jepara.Tetapi, selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali. Selalu ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Selalu ada cara untuk meraih hasil yang lebih baik. Why do we fall? So we can learn to pick ourselves up.

Come On Laskar Sultan Adam ku

10 Des 2016

SEMIFINAL KALI KEDUA MARTAPURA FC

Sabtu Malam 10 Desember 2016 yang indah bagi jutaan Masyarakat Kabupaten Banjar. Malam yang penuh dengan senyum dan kegembiraan bagi Syaifullah Nazar dan kawan-kawan, para Punggawa Tim Laskar Sultan Adam. Di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara Menjadi Saksi Tim Martapura Fc Merebut Satu jatah tiket Semifinal ISC B Mengulangi kesuksesan Musim Lalu yg mampu menembus Semifinal Divisi Utama 2014.

Jalan nya pertandingan antara Martapura Fc vs Persekap pasuruan di babak 8 besar cukup menarik walaupun martapura Fc sempat tertinggal di menit menit awal hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan menjadi 3 - 1.
Namun fakta yang terjadi Martapura Fc tetap bermain fight untuk menang. Laskar Sultan Adam ini memang bermental juara dan tetap bermain ngotot walaupun sempat tertinggal gol di menit awal. Mereka selalu menjaga kehormatan Martapura Fc untuk tidak kalah. Mental seperti ini yang patut diteladani dalam Tim.

Grafik Martapura Fc Naik
Pada dua kali ujicoba sebelum persiapan menuju babak 8besar ada kenaikan grafik performa Tim yang menggembirakan. Sampai akhirnya menang atas persekap di babak 8 besar adalah kebahagiaan ribuan penggemar Martapura Fc yang sudah sangat haus akan kemenangan. Dahaga akan prestasi sudah lama sekali sehingga kemenangan ini rasanya sudah seperti juara padahal baru saja menginjak ke babak semi final

Masih Banyak Pekerjaan Rumah Untuk Bos Frans Sinatra Huwae 
Kemenangan atas Persekap sangat mengesankan karena meloloskan Martapura Fc ke semifinal untuk yang ke 2 kalinya.
Skuat Martapura Fc  masih menyisakan kelemahan mendasar terutama lini pertahanan. Gol Persekap pada menit awal tidak akan terjadi jika komunikasi pemain belakang berjalan baik. Hampir tidak ada satupun pemain belakang kita yang bisa mengantisipasi umpan panjang Pemain Persekap yang berhasil memberikan umpan cantik di mulut gawang Martapura Fc.

Clearence Ball pemain belakang kita tidak akurat ada kesan asal buang bola karena panik mendapat serangan dari Persekap. Lini tengah Martapura Fc sudah cukup solid namun masih bisa ditingkatkan terutama Marchel yang sering kedodoran membendung para midfielder Lawan.

Mustaqim Ohorella layak dinobatkan sebagai Man of The Match karena sepanjang pertandingan ini sayap lincah Laskar Sultan Adam ini begitu dominan bergerak tak kenal lelah. Gol Uko wahyu dari umpan lambung Mustaqim ohorella untuk menyamakan kedudukan adalah titik balik Tim Laskar Sultan Adam sehingga termotivasi untuk menang.

Secara keseluruhan Tim Laskar Sultan Adam sudah berbuat yang terbaik dan tetap harus berbenah terutama organisasi dan skema serta kerja sama tim yang masih belum tertata dengan baik.
Masih ada waktu beberapa hari sebelum meladeni PSCS Cilacap dalam laga babak semi final. Stadion yang digunqkan kemungkinan masih di Gelora Bumi Kartini Jepara.

Laskar Sultan Adam ku selamat berbenah. Jangan cepat puas hanya sampai semi final. Raihlah final yang Pertama dan juaralah untuk pertama kali merebut Piala ISC B 2016. Mungkinkah? 

Martapura 10 Desember 2016

16 Mei 2016

AKADEMI SEPAKBOLA MARTAPURA FC ? KAMI YAKIN BISA...

Cuaca Minggu Sore tadi yang Gerimis membasahi kota Martapura dan Sekitarnya tidak mengurungkan niat saya untuk sekedar bersepeda mengitari sudut kota sambil menikmati suasana sore akhir pekan. Ketika melewati sebuah tanah lapang saya melihat beberapa anak anak remaja yang sedang bermain bola. Pemandangan itu pun menyita perhatian saya untuk menepi sambil memperhatikan Mereka bermain bola. Lapangan bola yang tidak seperti lapangan bola karena ukuran panjang dan lebar nya tidak standar, biasa lah seperti lapangan lapangan di perkampungan, Rumput yang kering kerontang di saat panas, maupun becek ketika musim hujan, tapi lapangan bola kampung ini tidak pernah sepi. Selalu saja ada yang menenteng sepatu bola di pinggir lapangan, kemudian mengenakannya. Lalu tak lama dia sudah terlihat mengutak-atik bola bersama yang lain di tengah lapangan.
Meski bermain di lapangan yang "tidak" standar mereka tetap bersemangat bermain bola, bahkan tidak jarang mereka melakukan solo run, atau gocekan ala pemain amerika latin.

Sore hendak berganti malam, Mereka baru saja menyelesaikan latihan, bersama anak anak lain nya. Tapi tiga anak sekitar usia 14-16 tahun, tiba-tiba berlarian mendekati 12 bola kaki yang habis dipakai di lapangan. Satu anak membantu mengumpulkan bola.
Dua lainnya, mengambil masing-masing satu bola. Yang pertama lalu menimbang bola dengan kaki dan menendang-nendang si kulit
bundar itu ke atas melewati kepala berkali- kali tanpa jatuh ke tanah. Anak yang kedua melakukan hal yang sama, “jugling”. Tapi menggunakan sisi dalam telapak kakinya yang kanan untuk memantul-mantul bola hingga sejajar dada berkali-kali. Semua bola karet selesai dikumpul. Ketiga anak itu pun berlarian ke sisi lapangan. Bergabung dengan sekitar 20'an anak lain yang seusia. Membentuk lingkaran melakukan pelemasan otot mengakhiri latihan. Dari jauh mereka terlihat mirip burung-burung kecil, yang bertengger rapat-rapat di dahan pohon. Tapi mereka bukan burung kecil biasa. Mereka adalah “anak-anak garuda”. Setelah besar, karena memiliki bakat alam memainkan bola seperti itu, mereka bisa
saja dipoles, menjadi “garuda-garuda muda”, seperti pemain Timnas Garuda U-19 dan U-23.

Tiba tiba saja saya teringat dengan klub profesional di kota ini Martapura FC untuk mewadahi mereka talenta talenta masa depan sepakbola banua dalam sebuah akademi sepakbola.
Tidak usahlah terlalu jauh becermin dengan akademi akademi klub klub elit eropa seperti akademi MU di carington,atau La Masia nya FC Barcelona.
Cukup (menurut saya) Sebuah akademi yang mempunyai
jenjang pendidikan sepak bola terstruktur. Pembinaan para pemain muda di akademi sepak bola dikelompokkan dalam 3
kelas:
-1. Usia 6 sampai dengan 10 tahun
(Basic Training)
-2. Usia 11 sampai
dengan 14 tahun (Intermediate Training)
-3. Usia 15 tahun keatas (Advanced
Training).
Sebuah akademi yang
mengusung visi sebagai pusat pembinaan
sepakbola usia muda dengan kualifikasi dan kompetensi internasional, serta berorientasi bisnis secara profesional dan
misi untuk menjadi akademi Sepakbola terbaik di Indonesia dan menjadi akademi yang paling produktif menyalurkan pemain-
pemainnya ke klub-klub tanah air.

Seperti Sekolah Sepak
Bola (SSB) yang ada di Indonesia.
Mempunyai Lapangan tempat berlatih sekaligus pertandingan, beberapa buah gawang dinamis serta bola dan fasilitas umum lainnya adalah wajib. Selain Lapangan yang tidak kalah penting nya sebuah akademi juga harus memiliki sebuah ruangan yang berfungsi sebagai ruangan untuk analisa perkembangan pemain binaan Martapura FC dan berfungsi juga sebagai ruangan analisa calon lawan serta review pertandingan yang telah dilakukan. Ruangan kecil ini, hanya terdiri dari beberapa komputer tapi di masing masing komputer itu memuat software program pelatihan pemain di akademi.
Selain itu akademi juga harus mempunyai klinik untuk perawatan
pertama terhadap cedera yang dialami pemain binaan.

Teringan dengan Filosofi Arsene Wenger pelatih Arsenal yang cukup bagus, Pemain bintang
itu tidak harus diperoleh dengan membeli tapi pemain bintang bisa juga diperoleh dengan diciptakan oleh klub tersebut.
Menurut beliau membuat akademi
sepakbola bagi klub profesional itu cukup “murah” hanya cukup menyisihkan 10% dari total pengeluaran satu musim klub tersebut. Artinya kalau satu musim klub profesional memiliki dana 10 M maka cukup 1 M untuk investasi di akademi sepakbolanya. Akademi Sepakbola juga memberikan keuntungan ganda, selain bisa mencetak pemain bintang, akademi
juga bisa menciptakan staff kepelatihan yang mumpuni.

Saya mempunyai impian
suatu saat nanti Martapura FC bisa
mempunyai sebuah akademi khusus untuk mendidik calon pemain muda yang akan memperkuat tim senior ataupun pemain muda yang bisa kita transfer ke klub lain. Ditambah dengan fasilitas pendukung lain yang sudah disebutkan diatas. Siapa yang tidak bangga jika Martapura FC diperkuat oleh para pemain hasil binaan Akademi Martapura FC? Saya masih ingin melihat Martapura bisa menciptakan lagi pemain seperti, Abdillah,Sultan,syaifullah,Said Umar, Farhat,faisal,Syaifullah nazar,Elyani,Nizar dll.
Memang untuk membuat sebuah Akademi berkualitas tidak cukup mudah tetapi suatu hal yang wajib dilakukan. Menurut saya,
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mengurangi anggaran belanja
pemain, jika sebelumnya satu pemain dikontrak sebesar 300juta maka turunkanlah nilai kontraknya menjadi 150juta/ pemain. Jika biasanya menggunakan pemain mahal sebanyak 3 / 4 pemain maka cukup kontrak 2 / 3 pemain mahal. Selisih anggaran tersebut silakan investasikan kepada pembuatan Akademi sepakbola. Atau jika memang susah mendirikan akademi dengan dana operasional klub, maka klub bisa melakukan kerja sama dengan pihak ketiga, dalam hal ini bisa pemerintah ataupun swasta. Untuk itulah sebuah Klub Profesional memerlukan sebuah tim marketing yang cukup
kredibel. Kalau mau menjadi klub yang profesional dan mandiri
maka manajemen MARTAPURA FC WAJIB membuat sebuah akademi untuk pembinaan pemain muda MARTAPURA FC.
Akademi dan fasilitas pendukung lain itu bisa juga membantu menghasilkan pendapatan tambahan untuk MARTAPURA FC.

Setelah musim lalu para pendukung MARTAPURA FC sukses mengkampanyekan “One Ticket One Game”,
tidak ada salahnya jika musim ini
pendukung MARTAPURA FC mulai
mengkampanyekan “No Soccer Academy No MARTAPURA FC”. Mari semua elemen
pendukung MARTAPURA FC saling Bahu membahu dan rukun untuk mengawal MARTAPURA FC menjadi sebuah klub yang mandiri dan profesional.

“Alih-alih menjalankan fungsi check dan balance untuk kemajuan sepakbola, media dan suporter justru ikut tercebur pada kegiatan klub yang kontraproduktif.
Seharusnya media lebih kritis dalam
pemberitaan. Bukan sajikan berita klub A beli pemain X berharga bombastis, tapi kritisi ketiadaan Pelatih Fisik klub. Suporterpun setali tiga uang. Bukannya mendorong manajemen klub untuk
dibuatkan akademi, malah sibuk menangisi kepergian pemain bintang Musim lalu.
Untuk itu saya serukan pada semua untuk pikirkan masa depan klub. Bangun Sumber Daya Manusia(SDM) via akademi dan kembangkan fasilitas!”
Semoga tulisan ini bisa membuat hati manajemen terbuka untuk menciptakan sebuah Akademi Sepak bola Martapura FC dan menjadikan klub ini menjadi salah satu Klub mandiri yang profesional.

Mohon maaf jika terdapat kata kata yang kurang berkenan. Semoga bermanfaat.....
Salam Sadingsanakan Laskar Kota Intan....

Dari Sudut Kota intan Untuk Martapura FC yang Mandiri Dan Profesional.

Senin 16 mei 2016 pukul 02:40

1 Mei 2016

PELEPAS RINDU SUASANA STADION DEMANG LEHMAN

Bagaimana rasanya kembali duduk di tribun Stadion Demang Lehman, setelah sekian lama absen akibat pembekuan pssi yang di jatuhkan pemerintah, cuma untuk menyaksikan perkara giant killing yang dilakukan tim Martapura FC terhadap tim sebesar Persinga Ngawi tim yang datang dengan reputasi finalis piala Kemerdekaan? Tentu saja menyenangkan. Sangat menyenangkan malah. Bahkan walau untuk level tim yang “hanya” sekelas ISC B(Divisi Utama).

Saya sungguh beruntung berada di kota Martapura Kabupaten Banjar pada saat tim Martapura FC, yang melejit sejak beberapa tahun kebelakang, sedang melangsungkan pertandingan Grub 5 ISC B. Keberuntungan yang semakin terasa menyenangkan karena selain saya akhirnya bisa menyaksikan kembali bandwagon milik anak asuh coach Frans Sinatra Huwae secara langsung, mereka juga berhasil meraih kemenangan Awal.Sebuah kemenangan dan modal besar untuk laga selanjutnya , tentu saja. Karena lawan yang dihadapi adalah Persinga Ngawi, tim finalis piala kemerdekaan, yang bahkan sudah mulai masuk peta kekuatan sepakbola nasional. Walaupun, sekali lagi, ini diraih hanya dalam level ISC B atau Divisi Utama.

Panas terik jelang kickoff, membikin beberapa orang yang tadinya di luar stadion mulai memasuki stadion. Dan boleh jadi, Mentari memang tengah mengukir suasana puitisnya sendiri dalam kemenangan Martapura FC tadi sore.

Setelah kick off babak pertama Laskar Sultan Adam Langsung berinisiatif untuk menggebrak pertahanan Ngawi namun rapatnya barisan pemain lawan membuat anak anak Mfc Sempat Prustasi,  Kedua tim yang sama-sama fasih bermain dengan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki terlihat sedikit gamang kala bola yang coba mereka kirim gagal mencapai titik tuju yang mereka mau.

  Menit dua puluh Martapura FC bereaksi cepat dalam situasi ini dengan mengganti pola bola pendek menjadi umpan lambung vertikal langsung ke wilayah final third. Menit 39 Aidiel Bogel yang lepas dari perangkap offside, berhasil menggetarkan jala lawan yang tak bisa diintersep center back ngawi walau telah susah payah melakukan intersave. Hujan sorak sorai lantas berhamburan saat Aidiel bogel menghajar bola tersebut ke sudut tiang dekat. Sebuah momen orgasmik bergemuruh cukup lama di setiap sudut stadion. Seakan lupa akan teriknya mentari sore itu. Sampai turun minum paruh pertama tidak ada lagi gol tercipta.

Di babak kedua kembali kedua tim jual beli serangan. Dan martapura fc terlihat lebih rapih dan berpola dalam membangun serangan.
Menit ke-63, syaifullah Nazar kembali mengoyak jala ngawi melalui titik putih, setelah aksi Aidiel Bogel yang mengobrak-abrik flank kiri ngawi sebelum di jatuhkan dengan keras oleh bek lawan di dalam kotak finalti. Penonton kembali kesetanan menyambut gol tersebut. Tentu saja. Siapa pula yang tidak girang kalau kita bisa kembali bikin gol ke gawang lawan.

Ada pemandangan menarik dalam kemenangan yang diraih Agus Cima cs Tadi Sore. Kemenangan tadi sore, bukanlah kemenangan buah hasil keberuntungan atau nasib mujur belaka. Ada kejelian penerapan strategi oleh pelatih, serta determinasi dan kedisiplinan pemain dalam menerjemahkan instruksi pelatih yang tergambar jelas di sana.

Dua gol yang dicetak Martapura FC tercipta dari skema yang nyaris serupa. Aidiel Bogel, yang sepanjang pertandingan tampil secepat kancil, dengan jeli memanfaatkan ruang kosong yang terselip di antara kuartet backfour Ngawi dan dua gelandang bertahan mereka untuk mendapat ruang tembak. Ruang ini tercipta berkat pergerakan tiga pemain Depan—Muhammad Slamat, Aidiel Bogel dan Suaifullah Nazar— yang berhasil meng-escort defense line Ngawi supaya turun terlalu dalam ke kotak penalti mereka. Di sisi lain, dua poros ganda Ngawi, terkonsentrasi di posnya masing-masing karena distraksi yang diberikan Fahreza Agamal dan M.Nizar Ashari.

Di sinilah kejeniusan coach Frans Sinatra Huwae dalam memainkan strategi kembali terlihat. Sadar lawan punya keunggulan postur, Frans menginstruksikan winger-nya untuk mengirim umpan cutback, alih-alih melepas crossing sekenanya seperti kebiasaan strategi klub tanah air pada umumnya. Saya mencatat ada setidaknya lima kali drill cutback yang dikirim dari sisi sayap. Dan semuanya membahayakan gawang Ngawi . Makanya, saat Aidiel Bogel mencetak gol pertamanya, kita semua tahu kalau mitos  “Kita kalah postur” adalah sebenar-benarnya alibi atas kekalahan tim yang sudah selayaknya dimusiumkan saja.

Pertandingan tadi sore adalah salah satu pertandingan yang tidak akan pernah saya lupakan. Ada adrenalin yang meluap, endorfin yang masih dalam batas kewajaran, juga sedikit rasa tidak percaya saat menyaksikan papan skor yang menggantung di tribun belakang gawang. Walau ini hanya level Divisi Utama, tengkuk saya merinding hebat jika mengingat momen dimana aidiel bogel dan Syaifullah Nazar mencetak gol nya, juga saat wasit akhirnya meniup peluit panjang yang mengakhiri pertandingan. Mungkin karena sudah terlalu lama vakum dan dicekoki Konflik pssi dengan pemerintah, kemenangan anak-anak Laskar Sultan Adam sudah terasa menyenangkan betul.

Entah berapa kali saya menengadahkan kepala ke atas sore tadi. Dua mata saya menerawang, menyaksikan langit Martapura yang untuk kesekian kalinya masih kosong tanpa bintang, untuk kemudian sadar kalau kejadian yang ada di depan mata saya tadi sore bukanlah halusinasi yang muncul akibat menenggak Kopi Sachet seribu maratusan tadi pagi.

Tadi sore, boleh jadi memang tidak ada bintang ataupun pelangi yang melengkung di langit Stadion Demang Lehman selepas hujan rintik rintik mengguyur pasca pertandingan berakhir. Akan tetapi melihat papan skor yang menunjukkan angka 2-0 untuk kemenangan Martapura FC terasa lebih indah daripada melihat pelangi atau bintang apapun yang kini mulai jarang muncul di langit Martapura.

Terimaksih TUHAN dan Alam Semesta

Terima kasih, Martapura FC

Terimaksih Martapura Fans

20 Apr 2016

MARTAPURA FC, PESONA TIM KASTA KEDUA DARI SELATAN PULAU BORNEO

Martapura Football Club (MFC), perlahan namun pasti muncul sebagai kekuatan lain dari Provinsi Kalimantan Selatan. Klub yang berada di selatan Pulau kalimantan ini mampu menunjukkan eksistensinya hingga mampu menembus Divisi Utama.

Dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat menjadi faktor utama kesuksesan Martapura memililiki klub kasta kedua di Tanah Air. Besarnya dukungan itu bisa dilihat dengan berdirinya Stadion Demang Lehman(SDL) yang menjadi markas tim berjulukan Laskar Sultan Adam.

Stadion Demang Lehman sangat representatif untuk menggelar pertandingan skala nasional. Rumput lapangan yang bagus, serta pendukung lainnya yang sangat terawat menjadi identitas kekuatan sepak bola Martapura.
Kehadiran Stadion Demang Lehman mampu menarik tim-tim besar Indonesia Super League (ISL) untuk menggelar pertandingan uji coba seperti yang dilakukan Persiba Balikpapan,Arema.

Kekaguman terhadap fasilitas stadion yang dimiliki Martapura Fc itu pernah dilontarkan asisten pelatih Arema Joko Susilo. Menurut Joko dengan kondisi stadion yang bagus dan layak, sangat pas jika tim tim besar berujicoba dengan Martapura fc.
Bahkan Selama dua musim Ps Barito Putera menggunakan Stadion Demang Lehman Sebagai Hombase selama mengarungi Indonesia Super League(ISL).

Di balik kesuksesan Martapura FC dan keberadaan Stadion Demang Lehman yang menarik minat klub ISL untuk datang, tentu ada sosok yang juga berpengaruh besar. Sosok itu adalah Ketua Umum MFC Muhammad Hilman yang selalu mendampingi timnya saat berlaga.
"Dengan kemampuan kami dan fasilitas yang ada saat ini, sangat pantas jika kami berada di kompetisi ISL," katanya

"Kami tidak takut bersaing dengan Barito. Malah, akan lebih bagus jika Kalimantan Selatan memiliki dua tim di ISL. Karena Kalimantan Timur saja memiliki beberapa tim di ISL, kenapa Kalimantan Selatan tidak bisa," ia menambahkan.

Namun demikian, ambisi Martapura FC untuk lolos ke ISL saat ini harus dipendam lebih dahulu. Sebabnya, tidak lain kondisi sepak bola di Indonesia yang masih mati suri imbas dari sanksi FIFA pada 30 Mei 2015.

Kendati ambisi bermain di kompetisi kasta tertinggi sudah ditunda, MFC tetap antusias menyambut Indonesia Soccer Championship (ISC) B yang rencananya berlangsung, April 2016.

MFC terus berbenah agar meraih hasil optimal dalam turnamen jangka panjang kali ini. Karena sejak PSSI di bekukan FIFA akibat intervensi pemerintah, MFC tidak membubarkan tim, Tim tetap melakukan latihan karena sebagian besar pemain MFC adalah putra daerah jadi kami tidak sulit untuk mengumpulkan pemain tinggal menambah bebera pemain luar saja,kata Ami said Manajer MFC"

Kami mungkin akan melakukan beberapa uji coba. Kalau soal tim dan evaluasi pemain, kita lihat saja perkembangannya dari laga uji coba itu. Yang jelas kami siap berlaga di ISC B nanti, ujar Pelatih MFC Frans Sinatra huwae.

SAVE OUR LOCAL TEAM !!!!

ONE TICKET ONE GAME !!!!

21 Jan 2015

DIAMOND CITY CORNER OFFICIAL MERCHANDISE OF MARTAPURA FC DIAMOND SUPORTER

Sepakbola industri sangat berkaitan dengan bisnis dan tentu saja untuk menunjang pemasukan Club. Bagaimana dengan persepakbolaan indonesia yang kini kabarnya mau tak mau harus bisa mandiri menghidupi demi kelancaran finansial club. Ya terlepas dari APBD tim indonesia mulai "berjoget ria" karena susahnya mencari sponsor dan menghasilkan pemasukan untuk club nya.
Untuk mencapai sebuah industri tentu saja club harus di kenal dan mempunyai basic masa yang melimpah. Di era modern saat ini tak melulu manja mengemis Dana APBD.
Nah adakah suporter kita yang berpikir ke arah sana untuk menjadi penopang pemasukan club ?

Martapura FC Diamond Suporter(MONSTER) ternyata salah satu jawaban nya, suporter yang berada di kota martapura dan sekitarnya ini mempunyai Otlet penjual merchandise resmi suporter yang bernama DIAMOND CITY CORNER, Sebuah langkah fantastis untuk club sekelas divisi utama yang suporter nya baru berdiri dua tahun yang lalu.

Apa itu DIAMOND CITY CORNER ? Mungkin bisa di artikan dari sudut kota intan, ya dari sudut kota intan kami ingin Menuangkan ide cerdas,berkreasi,menjadikan sebuah sesuatu yang bermanfaat dan bisa mengedepan kan club kebanggaan kami yaitu MARTAPURA FC

Kini MARTAPURA FC Semakin lengkap setelah sebelum nya ada Martapura fc Diamond Suporter(MONSTER) Kini DIAMOND CITY CORNER(DCC) Yang akan Mengawal perjuangan Laskar Sultan Adam ku.
Langkah kedepan nya tentu saja untuk DCC ini lebih berkembang lagi,bukan hanya outlet penjualan merchandise tapi juga menjadi tempat untuk kumpul kumpul anggota monster, sharing menuangkan ide ide cerdas untuk kemajuan Monster, mengenalkan lebih jauh lagi tim Martapura FC.
Dan menariknya justru DCC di kelola dan di kerjakan Oleh suporter nya Martapura FC Diamond Suporter(MONSTER) bukan dari menejemen club itu sendiri. Sungguh luar biasa suporter ini selain aktraktif,kreatif dan loyal mereka mempunyai ide ide cerdas untuk MARTAPURA FC Menuju sepakbola industri Modern. Sekali lagi saya harus memberikan "Standing Applause" untuk kawan kawan MONSTER. Semoga bisa menjadi inspirasi untuk suporter lain untuk memajukan club nya. Tak perlu mengandalkan MANAJEMEN Tak perlu malu belum berada di KASTA TERTINGGI dan tak perlu sungkan karena tim Kecil karena dengan tangan kalian sendiri tim kebanggaan anda bisa menjadi tim besar yang bisa di kenal Masyarakat bahkan hingga Dunia.

25 Nov 2014

SURAT UNTUK PUNGGAWA MARTAPURA FC KU

Untuk punggawa MFC ku
Yang tercinta
Di Sidoarjo

Punggawa MFC apa kabar? bagaimana keadannya di
Sidoarjo sana? oh iya disini sedang panas
sekali , suhu udara di martapura siang hari
bisa mencapai 34 derajat loh, untunglah hari
ini aku bisa menemukan tempat makan enak
serta suhu ruangan yang bisa di atur hingga 20 derajat.

Di tempat nonbar tadi malam aku tak sendirian loh, didepan ku ada dua orang yang
kompak menggunakan kaos Suporter MFC,laki-laki
dan perempuan, mungkin mereka sepasang
kekasih yang tengah jatuh cinta, mereka
kompak dalam segala hal, arah matanya pun
sama-sama bisa ditebak, mereka menatap
dengan wajah serius serta mereka sama-sama
teriak "yah', mungkin gregetan karena melihat
alur bola yang di arahkan ke gawang masih
melebar ke sisi sebelah gawang, kurang beruntung kamu.

Aku tahu, kalian pasti tegang sekali yah..
sama seperti saat pertandingan
kalian, mungkin jika diibaratkan rasanya sama
dengan aku mendekati seorang gadis,
ada rasa deg-deg-an, ada rasa gugup, ada rasa linglung, semua campur aduk jadi satu,
hasilnya pun ketebak, aku jadi terlihat
bodoh di depan dia entahlah dia menjadi ilfil
atau justru mentertawakan ku dalam hati,
entahlah hanya dia dan tuhan yang tahu.
Waktu menunjukan pukul 21.00 keadaan masih tertinggal 1 - 0, jujur sepanjang waktu
tak sekejap pun aku memalingkan wajah
selain ke arah televisi di sudut ruangan ini, es Coffe yang di pesan sama sekali belum tersentuh,
sepertinya rasa lapar dan dahaga ini hilang
seketika, padahal diluar tadi panas sekali loh
ditambah perut yang keroncongan. Anomali
sekali yah.?
Babak pertama usai, duh leganya hampir tak
sadar ternyata sudah 45 menit lamanya
terbawa perasaan naik turun, tegang dan penuh emosional, melihat banyak peluang
tersia-siakan oleh kalian, meski begitu
permainan kalian lebih bagus loh ketimbang tim lawan.

Babak kedua dimulai, suasana yang tadinya
riuh mendadak sepi loh, semua pasang
mata di tempat itu fokus kelayar, salah
satu orang yang berpakaian seragam khas di
tempat ini, oh ternyata dia
mengencangkan volume, mungkin itu request
salah seorang pelanggan mungkin, entahlah.
Tau gak DIVbabak kedua permainan kalian
amat memukau loh, beberapa kali pemain persiwa kalian buat lantang luntung gak karuan,
nyaris aja salah satu peluang bisa gol yah,
nyaris saja.
Tapi, gol penyama yang di tunggu tunggu tak kunjung datang.
Maaf yah kalian, kali ini pun akhirnya gagal juga
yah, mungkin kami kurang sungguh-sungguh
dalam berdoa sehingga kalian akhirnya kembali
harus menelan pil pahit dan harus mengubur
impian tampil di ISL.
Maaf yah, mungkin ekpestasi kami terlalu
tinggi, kami terlalu mengedepankan ego kami dengan membebankan kalian berprestasi
lebih, kami lupa, kalian kalian ini masihlah tetap
seorang punggawa MFC ku, kami minta maaf karena kami
mengajarkan kalian dunia yang seharusnya kalian
belum inginkan atau butuhkan.
kami terlalu banyak melakukan intervensi untuk tampil lebih bagus
menjadi media darling, dieluh eluhkan oleh
banyak orang, mungkin membuat kalian merasa
cepat puas atau mungkin terbebani dan
akhirnya melupakan tujuan kalian yakni bermain
sepak bola dengan riang gembira dan tanpa
beban.

Pulanglah punggawa ku, pulang dengan kepala tegak,
kekalahan ini bukan akhir segalanya, kami
akan belajar banyak hal, mungkin kami akan terus mengawal & mendampingi kalian sampai akhir.

SALAM SADINGSANAKAN LASKAR DARI KOTA INTAN

24 Nov 2014

TETAP STRONG MARTAPURA FC KU

Dalam Perjuangan ada dua pilihan hasil yang
akan dicapai BERHASIL atau GAGAL, itu
bagaikan dua sisi kepingan mata uang yang
akan saling mengikuti. BERHASIL atau TIDAK tim Martapura FC mengemban target lolos
ke final Divisi Utama sebagai syarat
lolos ke ISL 2015.

Sebagaimana yang dikonfirmasikan coach Frans Sinatra Huwae jelang keberangkatan ke
Sidoarjo bahwa tugas pelatih sudah 90 persen dan sisanya akan ditentukan pemain di lapangan tentu nya dan di barengi dengan Doa Dan Dukungan masyarakat.

Lalu setelah berjuang di lapangan dan akhirnya kalah secara tragis justru tinggal selangkah lagi untuk menapakkan kaki di ISL.
jika usaha maksimal yang telah dilakukan
ternyata Tim Martapura FC gagal memenuhi target
yang ditentukan Menejemen. Saya sebagai suporter berharap prestasi Martapura FC
lolos ke Semifinal Divisi Utama 2014 tetap bisa menjadi
momentum kebangkitan persepakbolaan Banua.
"Filosofi dan persepsi tentang pembinaan usia
muda harus sama. Jangan juga nanti gagal ke ISL, kita setop pembinaan sepakbola
usia muda,"
"Jangan ini kita tembus Semifinal Divisi Utama setelah
menunggu 5 tahun, lalu menunggu 40 tahun untuk masuk Semifinal lagi. Seharusnya setelah ini,
tim Martapura FC juara Divisi Utama, lalu lolos ke ISL.
semua stake holder tidak terpaku hanya pada
raihan Dan kegagalan tahun ini semata, tetapi perlu bagaimana adanya kesinambungan dari
prestasi Tim Martapura FC kedepannya.

Yach walaupun tim Martapura FC gagal lolos ke ISL itu bukan akhir
segalanya, apa yang sudah diperlihatkan coach Frans Sinatra Huwae dan tim pelatih dalam
memadukan pemain Asli Banua dan
pemain berpengalaman membuktikan bahwa
Martapura(Banua) tidak kering akan bibit pemain muda.
Tinggal bagaimana Menejemen,Para Stakholder Di PT.Karya Laskar Sultan Adam siapapun
pengurusnya mau istiqamah dan konsisten
dalam menerapkan sistem pembinaan pemain
yang terarah dan terukur, karena memang
tidak ada yang instan dalam sepakbola.
Jerman memang tidak hebat dilevel yunior (U-16, U-17, U-19) tetapi Joachim Loew mampu memaksimalkan jebolan timnas dilevel
yunior untuk membuat Jerman menjadi juara
Piala Dunia 2014. Atau Korea Selatan yang
begitu dominan dilevel U-19 dan berefek pada
konsisten dilevel Timnas Senior dalam meraih prestasi.
Dari pandangan Saya Pribadi jelas
bahwa dengan banyaknya pemain berbakat diBanua ini tidaklah sulit untuk menemukan
Intan dan Permata yang akan menjadi sumber
kekuatan Tim Martapura FC dimasa depan yang tentunya
harus dimaintanance lewat sistem pembinaan
yang tearah dan terukur, disitulah tugas Menejemen - PT.Karya Laskar Sultan Adam dalam merumuskan dan istiqamah untuk
menjalankannya karena bisa jadi prestasi akan
dinikmati oleh pengurus berikutnya.
"Apa yang Dilakukan Coach Frans pada awalnya hampir sama dengan pelatih di dunia, dimana mencari
bibit-bibit pemain. Namun harus ada sesuatu yang mencolok dan bisa menjadi nilai plus untuk dibanggakan.
"Tim Martapura FC terbentuk bukan di tengah gemah ripah lohjinawi negri ini tapi di bentuk dengan semangat untuk memajukan persepakbolaan banua.
Tim ini harus bertahan
dengan fokus bermain dan berlatih. Mencari
pemain secara blusukan dan dibantu pelatih dan tim yang handal di bidangnya,"
Menurut saya, mencari pemain dengan skill
'tukang tendang bola' tidaklah sulit di zaman
sekarang. Karena semua pemain yang pernah
memainkan sepakbola bisa 'menendang bola'.
apakah pemain yang
bersangkutan bisa bermain benar-benar
profesional.
"Kedua, yang menguatkan dan membuat kita
seperti ini adalah tekad kuat agar sepakbola
bisa mempersatu bangsa. Satu yang masih
belum bisa dilakukan sepakbola kita, membina
sepakbola usia muda secara berkelanjutan,"
Semua harus memiliki tekad yang yang kuat
agar sepakbola Banua mampu berprestasi
dan mempersatukan bangsa lewat
PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA MUDA YANG
BERKELANJUTAN, Sanggup MENEJEMEN MARTAPURA FC & PT KARYA LASKAR SULTAN ADAM ?
Salam sepakbola Banua.
Martapura ku Dampingi Hingga Akhir

3 Nov 2014

MIMPI UNTUK MENJADI PESEPAKBOLA PROFESIONAL

Salah satu pertanyaan standar orang
dewasa ketika bertemu anak-anak adalah, "Kalau
sudah besar mau jadi apa?" Atau, "Cita-citanya
mau jadi apa?" Anak kecil biasanya akan
menjawab dengan jawaban standar seperti,
insinyur, dokter, atau astronot.
Namun di antara anak kecil yang menjawab
pertanyaan standar dengan jawaban standar,
biasanya juga terselip seorang anak yang
menjawab dengan jawaban nyeleneh. Salah satu
jawaban nyeleneh yang biasa keluar dari mulut
anak kecil di Indonesia adalah pemain sepakbola.
Saya salah satu anak nyeleneh yang terselip di
antara anak-anak dengan jawaban standar
tersebut. Dan saya yakin, saya bukan satu-
satunya anak nyeleneh. Tentu ada banyak anak-
anak lain yang bercita-cita menjadi pemain
sepakbola ketika kecil seperti saya.
Ketika saya menjawab seperti itu, sebagian
orang dewasa akan tertawa layaknya melihat
anak kecil yang sedang bertingkah lucu.
Sebagian lainnya akan terang-terangan
menyanggah dengan mengatakan, "Pemain
sepakbola mah bukan cita-cita, kalau cita-cita itu
harus lebih tinggi."
Saya tidak terlalu ambil pusing soal tanggapan
tersebut. Ketika itu saya tidak pernah mengerti
kenapa saya tidak bisa menjadikan sepakbola
sebagai cita-cita. Namun hal tersebut juga tidak
membuat saya mengubah jawaban saya ketika
ditanya pertanyaan yang sama di lain waktu.
Saya akhirnya mulai mengerti dan mencari
alternatif jawaban lain ketika kenyataan mulai
memberi tahu saya banyak hal. Ada banyak hal
yang harus saya korbankan jika saya benar-benar
ingin menjadi pemain sepakbola. Saya harus
memilih antara sekolah atau sepakbola. Banyak
berlatih sepakbola akan membuat sekolah saya
terpinggirkan dan tentu saja saya tidak
mendapatkan pendidikan yang cukup.
Dari sini akan muncul satu risiko yang sangat
besar menanti saya jika saya memilih jalan hidup
sepakbola. Dengan bekal pendidikan yang tidak
cukup, apa jadinya saya jika ternyata nanti saya
gagal menjadi pemain sepakbola. Maka ada satu
pertaruhan hidup yang harus saya terima ketika
saya masuk ke dunia sepakbola.
Orang tua mana pun pasti tidak akan rela
membiarkan anaknya harus menghadapai hal itu
di usia yang sangat muda. Maka bukan hal yang
aneh ketika banyak orang tua yang tidak
mengizinkan anaknya untuk menjadi pemain
sepakbola.
Hingga memasuki masa remaja, tidak selangkah
pun saya menuju cita-cita saya tersebut.
Kenyataan akhirnya memaksa saya untuk
mengatakan bahwa saya tidak bisa lagi mengejar
cita-cita saya.
Saya tidak pernah masuk ke sekolah sepakbola.
Pelatihan sepakbola yang saya dapat di sekolah
pun hanya seadanya. Maka kemampuan saya
bermain sepakbola pun hanya segitu-segitu saja
hingga sekarang. Sama sekali tidak cukup untuk
bisa menjadi pemain profesional.

Kesal, tentu saja saya merasa kesal menghadapi
kenyataan ini. Bukan soal berhasil atau gagalnya
saya menjadi pemain sepakbola. Toh , belum
tentu juga saya memiliki bakat yang cukup hebat
untuk menjadi pemain sepakbola. Hanya saja
saya merasa kesal karena saya belum
mencobanya. Saya gagal tanpa sekalipun
mencoba. Kalau saya gagal setelah mencoba
mungkin saya tidak akan merasa kesal seperti
ini.
Lagi-lagi saya yakin saya bukan satu-satunya
anak yang memiliki pengalaman seperti ini.
Banyak anak-anak lain yang juga mengalami
pengalaman serupa. Banyak hal yang
menyebabkan hal tersebut terjadi. Namun saya
tidak mau membicarakan penyebab-penyebab
tersebut di sini. Saya hendak membicarakan
Jepang.
Di Jepang, sepakbola merupakan salah satu
olahraga populer. Sama seperti di Indonesia,
banyak anak-anak di Jepang yang juga bercita-
cita menjadi pemain sepakbola. Hanya saja
bedanya, anak-anak di Jepang berada di negara
yang memiliki sistem yang baik untuk
memuluskan jalan setiap anak-anak menuju cita-
cita mereka.
Sama seperti di Indonesia, juga banyak anak-
anak di Jepang yang akhirnya gagal menjadi
pemain sepakbola. Mereka akhirnya harus beralih
profesi yang lebih sesuai dengan kemampuan
mereka. Hanya saja mereka sudah mendapatkan
kesempatan untuk mencoba. Sehingga gagal pun
tidak menghadirkan penyesalan yang besar bagi
mereka.
Juga sama dengan anak-anak Indonesia, tentu
ada pengorbanan besar juga yang harus
dilakukan anak-anak di Jepang jika ingin menjadi
pemain sepakbola. Hanya saja pengorbanan ini
tidak sampai membuat mereka harus
mengorbankan pendidikan dan mempertaruhkan
hidup mereka.
Mereka hanya perlu mengurangi waktu bermain
mereka di waktu kecil. Waktu sepulang sekolah
yang bisa mereka gunakan untuk bermain
bersama teman diubah menjadi waktu latihan di
lapangan sepakbola.
Anak-anak di Jepang juga menjalani jenjang
pendidikan yang tidak jauh berbeda dengan
Indonesia. 6 tahun di fase sekolah dasar, 3 tahun
di sekolah menengah, dan tiga fase di sekolah
menengah atas. Mereka tetap bisa menjalani
setiap fase pendidikan ini sambil mengejar mimpi
mereka menjadi pemain sepakbola.
Pada fase sekolah dasar, rata-rata sekolah dasar
di Jepang akan selesai jam belajar antara pukul
14.00-15.00. Setelah waktu ini, anak-anak akan
memiliki kesempatan untuk mengisi waktu
dengan kegiatan yang mereka mau.
Jika mereka memilih sepakbola, ada dua cara
bagi mereka untuk menjalaninya. Mereka bisa
bergabung dengan salah satu klub J-League atau
mereka juga bisa bergabung dengan klub
sepakbola yang dibentuk di sekolah masing-masing.
Setiap klub sepakbola profesional di Jepang
memiliki klub usia muda yang dibagi menjadi 3
kelompok. Ketiga kelompok ini disebut Junior
(U12), Junior youth (U15), dan Youth (U18).
Maka anak-anak sekolah dasar akan masuk ke
kelompok Junior jika mereka ingin berlatih di klub
sepakbola Jepang.
Ada keuntungan dan kerugian dari kedua pilihan
ini. Memilih berlatih di klub J-League akan
membutuhkan biaya yang lebih besar. Selain
harus membayar iuran, mereka juga
membutuhkan biaya transportasi dari sekolah
menuju tempat latihan. Keuntungannya mereka
akan dilatih oleh pelatih yang lebih berkualitas,
dengan fasilitas yang lebih lengkap dari yang
mereka dapat di sekolah.
Meski tidak sebaik jika bergabung dengan salah
satu klub profesional, berlatih bersama klub
sekolah juga bukan pilihan yang buruk. Mereka
tetap akan mendapatkan porsi latihan yang tidak
jauh berbeda. Tenaga pelatih memang tidak
semewah di klub namun setidaknya para pelatih
di sekolah juga memiliki ilmu-ilmu dasar melatih.
Mereka juga tetap bisa berkompetisi antar
sekolah. (catatan: anak yang sudah bergabung di
klub J-League tidak boleh mengikuti kompetisi
sekolah).
Rata-rata klub Junior J-League memiliki jadwal
latihan 2 kali seminggu serta hari pertandingan di
sabtu dan minggu. Jika saya ambil contoh salah
satu klub, Kashiwa Reysol, mereka menggelar
latihan untuk kelompok junior setiap hari senin
dan rabu pukul 17.30. Anak-anak sekolah dasar
memang belum dibebankan untuk memilih salah
satu kegiatan. Mereka akan cenderung diberikan
kebebasan untuk mencoba banyak hal hingga
menemukan satu yang paling disuka. Karena itu,
latihan dua kali satu minggu dirasa cukup agar
anak-anak dapat menggunakan waktu di hari lain
untuk kegiatan lainnya.
Tidak berbeda dengan latihan di klub profesional,
latihan yang dilakukan oleh klub sekolah pun
tidak jauh berbeda. Rata-rata klub sekolah dasar
juga melakukan latihan dua kali satu minggu.
Latihan mungkin bisa dilakukan sejak pukul
16.00, karena setiap anak tidak membutuhkan
waktu lama untuk berpindah dari sekolah ke
tempat latihan.
Memasuki fase sekolah menengah, rata-rata
sekolah akan berakhir kegiatan belajarnya pada
pukul 15.00-16.00. Pada fase ini anak-anak
sudah harus mulai serius menjalani kegiatannya.
Jika memang serius ingin bermain sepakbola,
maka mereka harus meluang lebih banyak waktu
dan tenaga ketimbang saat di sekolah dasar.
Rata-rata anak-anak akan menghabiskan 3 hari
untuk latihan serta akhir pekan untuk hari
pertandingan. Karena waktu kegiatan sekolah
yang berakhir lebih sore, maka latihan pun harus
dimulai lebih larut. Akademi Kashiwa Reysol baru
memulai latihan untuk kelompok Junior Youth
mereka pada pukul 19.30 malam.
Sama seperti saat sekolah dasar, mereka juga
memiliki kesempatan untuk memilih bergabung
dengan klub profesional atau bermain di klub
sekolah. Klub sepakbola di sekolah juga
memberikan porsi latihan yang serupa. Setiap
sekolah juga mengikuti kompetisi yang biasanya
dilaksanakan pada hari sabtu atau minggu.
Fase sekolah menengah atas memaksa mereka
untuk semakin serius menggeluti bidang masing-
masing. Jika mereka memilih sepakbola, maka
mereka harus menjalaninya dengan serius.
Mereka akan benar-benar menghabiskan waktu
yang mereka miliki untuk berlatih sepakbola, dan
harus mengorbankan banyak waktu untuk
bersenang-senang.
Waktu sepulang sekolah akan total dihabiskan
untuk berlatih sepakbola. Klub profesional di
Jepang menggelar latihan untuk kelompok youth
setiap hari setelah anak-anak pulang dari
sekolah. Serta hari Sabtu dan Minggu akan
digunakan untuk waktu pertandingan.
Klub sepakbola di sekolah juga melakukan hal
yang serupa. Seluruh klub sepakbola di sekolah
melakukan latihan 5 kali dalam seminggu. Hari
sabtu dan minggu juga dilakukan klub-klub
sepakbola di sekolah untuk menggelar
pertandingan. Dengan begitu, anak-anak yang
berlatih di klub sekolah juga akan mendapatkan
porsi yang sama dengan yang berlatih di klub
profesional.
Setelah fase sekolah menengah, mereka baru
benar-benar dihadapkan untuk memilih jalan
hidup mereka. Mereka bisa langsung memilih
berprofesi sebagai pemain sepakbola profesional.
Namun mereka juga bisa sedikit menunda karir
profesional mereka dengan menjalani kuliah di
universitas terlebih dahulu.
Selama di universitas mereka tetap bisa
bergabung dengan klub sepakbola di universitas
sehingga kemampuan bermain mereka tetap bisa
terasah. Mereka kemudian bisa memulai karier
profesional setelah menyelesaikan kuliah
mereka.
Pada intinya, ada banyak pilihan jalan bagi anak-
anak di Jepang untuk menjadi pemain sepakbola.
Bergabung dengan akademi klub profesional
bukan menjadi satu-satunya jalan. Memang
sebagian besar pemain sepakbola Jepang adalah
anak-anak yang telah bergabung di akademi klub
profesional sejak kecil. Namun ada juga
beberapa yang memilih klub sekolah untuk
berlatih di masa kecil.
Shunsuke Nakamura menjadi contoh pemain
yang berkembang dengan bergabung bersama
klub sekolah. Pemain yang terkenal dengan
kemampuan tendangan bebasnya ini memang
bergabung ke salah satu akademi klub sepakbola
saat sekolah dasar. Namun dia memilih untuk
berlatih di klub sekolah saat memasuki sekolah
menengah.
Prestasinya yang gemilang pada kejuaraan
sepakbola antar sekolah membuatnya
mendapatkan kontrak profesional dari Yokohama
Marinos setelah lulus sekolah. Nakamura pun
memulai karir profesionalnya setelah itu.
Yuto Nagatomo memiliki kisah lain. Pemain Inter
Milan ini baru menjalani karir profesionalnya
pada umur 21 tahun. Sama seperti Nakamura, dia
memilih untuk berlatih di klub sekolahnya saat
sekolah menengah. Higashi Fukuoka High School
menjadi tempatnya menjalani latihan di usia
muda.
Setelah lulus sekolah pun Nagatomo masih
melanjutkan pendidikan. Dia lanjut kuliah di Meiji
University. Nagatomo baru memulai karir
profesionalnya setelah lulus dari Meiji University
dan mendapatkan kontrak dari Tokyo F.C.
Pertanyaan yang muncul setelah ini adalah,
bisakah Indonesia untuk meniru apa yang
dilakukan oleh Jepang?
Saya hanya ingin menjawab pertanyaan ini
dengan beberapa pertanyaan lainnya. Bukankah
anak sekolah di Indonesia juga selesai belajar
pada pukul 14.00-16.00? Bukankah hampir semua
sekolah di Indonesia juga memiliki klub
sepakbola? Memang tidak ada klub profesional
yang memiliki akademi, tapi bukankah ada
banyak sekolah sepakbola di Indonesia?
Jadi bisa atau tidak? Silakan dijawab sendiri.

28 Okt 2014

ROMANTISME DI ATAS TRIBUNE STADION

Pertandingan terakhir babak 8 Besar Divisi Utama antara Martapura FC Vs PSCS Cilacap merupakan sebuah klimaks dimana stadion mulai terlihat penuh, masyarakat Martapura(khususnya) dan warga banua mulai menyadari lahirnya kekuatan baru di tanah borneo.
Mungkin akan begitu banyak yang menanyakan “Seberapa enaknya nonton bola langsung dari stadion?” Pertanyaan tersebut akan menjadi sebuah tanda tanya kepada orang-orang yang belum pernah sekalipun nonton pertandingan sepakbola di dalam stadion apalagi untuk mendukung tim lokal Indonesia.

Beda rasanya jika kita melakukan nonton bareng di kafe-kafe atau bahkan menyaksikan pertandingan sepakbola di rumah sendirian dengan menonton pertandingan sepakbola langsung di stadion untuk mendukung tim di mana kita lahir atau tinggali. Ada rasa tersendiri datang langsung ke tribun untuk mendukung, bernyanyi tanpa lelah demi membakar semangat juang para pemain di atas lapangan.

Belakangan jika melihat pertandingan Martapura FC langsung dalam stadion, ada penampakan-penampakan yang sangat mengagumkan. Banyak orang sudah berkeluarga nonton langsung di stadion, banyak anak-anak berdiri nyaman dan aman, banyak kaum perempuan yang sudah mulai ketagihan mendukung tim kebanggaan langsung di tribun, selain itu kini banyak juga pasangan kaula muda yang datang langsung ke tribun untuk menyaksikan pertandingan sepakbola. Terkadang mereka-mereka ini tak malu dan tak pernah lelah ikut bernyanyi dan beratraksi bersama supporter lainnya dalam memberikan dukungan untuk Martapura FC. Ini merupakan satu romantisme di atas tribun yang tersaji di Stadion Demang Lehman.

Hal istimewa seperti ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi klub sepakbola maupun kelompok supporternya. Sepakbola bukan lagi dinikmati oleh kaum adam, melainkan sudah banyak keluarga, anak-anak, dan kaum hawa yang datang ke stadion. Terlebih lagi jika saat ini melihat suasana yang tercipta di tribun Stadion Demang Lehman ketika Martapira FC berlaga.

MONSTER(martapura fc Diamond Suporter) hadir bukan  dengan citra yang rusuh dan dibenci oleh warga Martapura. Kini Monster lebih dekat dengan berbagai golongan, kelompok usia maupun gender. Ini merupakan sebuah nilai positif yang dimiliki oleh Monster. Selain itu sebuah romantisme tersendiri yang dapat kita rasakan saat Martapura FC berlaga ialah nyanyian dukungan tiada henti yang diberikan oleh Monster kepada Martapura Fc. Satu kesempatan yang amat berharga bagi kita untuk menjadi bagian dari Monster dalam mendukung Martapura fc yang begitu fanatik dan antusias.

Sebuah penghargaan lainnya dimana Monster tidak penah menyanyikan lagu-lagu bernada rasis yang ditujukan kepada tim atau supporter lawan, dan berganti dengan lagu penyemangat untuk Martapura FC Kini Monster mampu menghadirkan sebuah romantisme yang sangat intim untuk mencintai dan mendukung Martapura FC sepenuh hati.

Mungkin romantisme ini yang menjadi sebuah jawaban dari pertanyaan di atas, “Seberapa enak nonton bola langsung di stadion?” jawabannya dengan langsung merasakannya di stadion dan menjadi bagian dari romantisme itu sendiri, di mana sanak saudara, keluarga, perempuan, dan anak-anak sudah membaur menjadi satu dengan kaum lelaki yang umumnya biasa hadir di stadion.

Romantisme tersebut akan terus berlanjut jika kita mampu menjadi bagian dari Monster & Martapura Fans yang mengawal Martapura FC di luar kandangnya. Mendampingi Martapura FC di manapun berada merupakan sebuah kepuasan jiwa yang tak tertandingi. Inilah sebuah romantisme tribun yang menyatukan Monster dan Martapura FC, yang hasilnya tidak perlu diragukan lagi. Monster mampu menjadi supporter paling loyal pada musim ini dan Martapura FC Mampu berprestasi di Kompetisi divisi Utama yg kali pertama di ikuti dan memiliki peluang untuk Lolos ke ISL Musim Depan. Only God Cant Stop Martapura FC.
Sebuah romantisme yang begitu harmoni.

26 Agu 2014

PELUANG MARTAPURA FC DI 16 BESAR

Kalimantan Selatan Menempatkan satu wakil nya di fase group 16 besar DU 2014 bersama Persewangi, PSS Sleman dan Persewon. Peluang lolos bagi Martapura FC ke fase 8 besar sangatlah besar sebagai juara group. Juara Group sangat penting untuk menghindari bertemu klub kuat Persikabo dan Pusamania di fase 8 besar nanti. Secara matematis untuk menjadi juara group Martapura FC harus bisa mencuri poin minimal 1 di laga away Sleman dan wondama serta poin maksimal 3 di laga away banyuwangi tentunya dengan menyapu bersih semua laga kandang dengan kemenangan. Berat tentunya untuk mencuri nilai di Sleman dan wondama mengingat kualitas team Jawa  ini satu level dengan Martapura FC apalagi Teror Dari Suporter mereka yang terkenal Militan serta permain yang lebih bagus secara kerjasama team. Wondama dengan gaya khas anak anak muda papuanya yang kuat dan full speed ditambah terror alam, jarak tempuh dan supporternya yang luar biasa dahsyat menjadikan imbang di manokwari nanti adalah luar biasa.

PERSEWANGI BANYUWANGI

pesaing Martapura FC yang paling lemah secara team maupun secara manajemen. kesulitan finansial masih mendera persewangi saat ini, bahkan dikhawatirkan persewangi akan mundur dari fase 16 besar karena biaya away yang bisa mencapai 400juta tidak akan sanggup dipenuhi. jika persewangi mundur maka yang akan menjadi penggantinya adalah persekam metro fc. dari segi team persewangi juga team yang miskin kreasi dan paling sedikit mencetak gol. dari 12 kali bertanding hanya mencetak 10 goal dan kemasukan 3 goal. Putut waringin jati dan aquero dari paraguay hanya menciptakan total 3 goal dari 12 kali penampilan sebagai tandem. total 6 poin wajib didapatkan MFC dari Persewangi dengan catatan rekor tidak pernah menang di laga tandang harus dipatahkan oleh Isnan Ali dkk

PERSEWON WONDAMA

MENGERIKAN !!! satu kata yang dapat menggambarkan peluang MFC nanti di Manokwari. Faktor geografis yang jauh dan harus oper mengoper transportasi akan menjadi pemicu utama turunnya fisik pemain MFC. kualitas rumput dari stadion sanggeng manokwari juga sangat tidak layak digunakan, ini sangat berpengaruh terhadap alur permainan MFC yang terbiasa dengan rumput Stadion Demang Lehman. Supporter khas anak anak Papua akan menjatuhkan mental pemain MFC bahkan sejak sebelum memasuki stadion. hal tersebut harus menjadi catatan Bung Frans Sinatra jika ingin mencuri poin di Manokwari selain kualitas dari team Persewon yang memang bagus di lini depan dan tengahnya. trio striker abel cielo quioh 10 x main mencetak 9 gol, alexander romeo robinson 12 x main mencetak 4 gol dan wenand korwa 9 x main mencetak 5 gol menjadi predator menakutkan bagi waluyo dkk di lini belakang. Persewon juga memiliki Tri Johan di lini tengah dengan 9 x penampilan dan mencetak 4 goal dan 7 assist ancaman tersendiri untuk Isnan Ali dkk. dengan memiliki 4 pemain diatas persewon mencatat rekor menang 4 x dalam laga away mereka. sebuah catatan yang harus diwaspadai jika MFC tidak ingin terjungkal di Maguwo.
formasi 4 - 3 -3 dan 3-4-3

PSS SLEMAN

  bermain di stadion Maguoharjo Sleman akan menjadikan pemain Martapura FC tampil sama baiknya ketika bermain di Demang Lehman karena kualitas rumputnya sama bagus. yang  menjadi perhatian khusus bagi Martapura FC adalah teror Dari Suporter mereka baik Dari BCS(Brigata Curva Sud) dan Slemania yang terkenal dengan militan dan loyalitas mereka.
dengan menggunakan formasi ideal 3 5 2 dengan saktiawan sinaga sebagai second striker dan guy junior sebagai ujung tombak akan lebih memudahkan pergerakan anang hadi dan mudah mencari dan menjelajah ruang kosong di tengah. faktor fisik dan usia ada di lini belakang PSS yang tidak lagi muda. wahyu gunawan dan rasmoyo akan menjadi titik lemah jika harus menghadapi kecepatan anak - anak Martapura selama 90 menit berjalan. mengatur tempo dan menyiapkan tenaga muda bisa menjadi pilihan bagi Bung HerKIs. Penjaga gawang adalah titik terlemah PSS di musim ini. skill yang tidak lagi mencukupi dari herman batak tidak mampu menutup gawang PSS secara sempurna. Faktor ketenangan dan pengambilan keputusan yang sering salah juga dialami ali barkah. 

http://www.youtube.com/watch?v=UghbaKHG_ZY


MARTAPURA FC

bermain di stadion demang lehman akan menjadikan pemain Martapura FC akan bermain cantik dan lepas dengan Dukungan MONSTER(Martapura fc Diamond Suporter) dan masyarakat Banua. 
menjadi perhatian khusus bagi Lawan lawan di 16 besar adalah Martapura FC sebagai klub yang sehat secara manajemen dan berkualitas secara team. Martapura FC sudah dikelola secara profesional dan tidak terdengar punya masalah secara finansial.  sebagai team Martapura FC mempunyai rekor yang bagus bermain di kandang termasuk menang dari Borneo FC yang bertabur bintang. striker  Brima Pepito Sanusie asal siera lieonne sangat berbahaya di kotak penalty lawan dengan catatan mencetak 7 goal dari 12 x penampilan. pemain tengah senior Isnan Ali masih memberi pengaruh yang besar di lini tengah Martapura FC. Lini belakang sangat solid dengan bek muda tangguh Fahreza Agamal dan Henry Nyobi Elad yang selalu menjadi pilihan utama.
sedikit masukan untuk coach Frans dan Tim Pelatih adalah Konsentrasi di awal dan akhir pertandingan yang biasa nya menurun sehingga sering terjadi nya gol. masih ada waktu Coach frans untuk membenahi. yakin kita bisa, MONSTER akan selalu mendamping MARTAPURA FC Hingga akhir.

 menjadi catatan tersendiri bagi manajemen adalah biaya laga tandang ke Manokwari yang mencapai 400juta dengan perhitungan Martapura FC harus sudah berada  Manokwari 3 hari sebelum laga untuk recovery dan adaptasi cuaca terlebih kota manokwari terletak di pantai utara bagian kepala burung papua, kebayang kan panasnya.

demikianlah sedikit analisa peluang Martapura FC di fase group 16 Besar. Yakin Martapura FC bisa juara Group.

Martapura Punya Bola