18 Feb 2017

JERSEY MARTAPURA FC DAN DAYA MAGIS BAGI TIM

Jersey, untuk penggemar sepakbola kata “jersey” mungkin sudah tak terasa asing di telinga, karena jersey merupakan suatu ciri dan kebangaan serta bukti bahwa penggila bola tersebut “memuja” dan mendukung klub kesayangannya. Tulisan ini sendiri terinspirasi dari penglihatan saya serta obrolan di antara kawan-kawan saya tentang “Wabah” jersey sebagai “mazhab” baru berpakaian (khususnya di kalangan kaum remaja). Ini terkait dengan bagaimana sepakbola di negeri kita seakan sudah menjadi olahraga ”primer” (walaupun timnas dan organisasi sepakbola kita masih stagnan), namun peran media dalam menyiarkan pertandingan dari liga kelas dunia menjadi “berkah” bagi fans sepakbola yang menyaksikan tayangan tersebut.
Seperti yang dijalskan sekilas pada paraghraph di atas jika “Jersey” biasa diartikan sebagai seragam/ kostum dari sebuah klub dan tim nasional sepakbola. Dalam sepakbola jersey merupakan salah satu syarat wajib dalam olahraga ini sebagai pertanda sebuah klub. Jersey sendiri biasanya dikaitkan dengan sejarah atau filosofi sebuah tim sepakbola, Kita ambil contoh jersey AC Milan yang mempunyai filosofi I Rossoneri (Merah-hitam) . Herbert Kilpin pernah berujar “ Warna Kami akan merah, seperti setan dan Hitam, yang menebar ketakutan pada lawan-lawan kami” secara ringkas bisa diartikan jika warna Merah-Hitam pada jersey AC Milan adalah “Setan yang menakutkan” tentu filosofi bukan berarti AC Milan sebuah klub pemuja “Satanic” (pemuja setan) namun lebihsebagai “identitas” untuk menjatuhkan mental lawan yang menghadapi mereka.Dari ringkasan diatas bisa kita lihat bahwa warna jersey sebenarnya amat terkait dengan kesan (image) yang ingin yang di tunjukkan oleh suatu tim sepakbola.
Selain sebagai identitas sebuah klub sepakbola jersey juga di gunakan oleh klub sebagai "Baliho" untuk memampang sponsor yang menopang mereka di kompetisi.
Kini jersey bukan lagi hanya sekedar seragam yang menutupi tubuh pemain, jersey juga bukan lagi hanya sekedar warna yang digunakan untuk membedakan satu klub sepakbola dengan klub yang lain. Di Era ini jersey sudah menjadi symbol kemakmuran sebuah. Bisa kita lihat mana tim elit & Tim medioker dengan melihat sponsor yang terpampang di jersey mereka.

Bagaimana dengan jersey klub klub di indonesia??? Beberapa tahun kebelakang pasca era Liga Indonesia(LIGINA) Semua klub di indonesia seolah berlomba lomba mendesain jersey mereka semenarik mungkin bahkan ada beberapa klub yang mengadakan lomba desain jersey mereka.

Membicarakan jersey tim lokal menarik untuk kita Ulas jersey tim Dari kalimantan Selatan yaitu Martapura FC yang Mengangkat Tema Kearifan Budaya di jersey tim yang di Gunakan di Turnamen Piala Presiden 2015 dan Kompetisi ISC B 2016.
Tengoklah jersey yang di gunakan Martapura FC penuh dengan makna-makna budaya lokal yang penuh kearifan dan inspirasi.
Jersey yang dipakai oleh pemain Martapura FC kali ini disisipi dengan motif sasirangan, baik di jersey home maupun away.

Pertama kita lihat dari makna warna yang menghiasi jersey Martapura FC, warna Merah melambangkan kesan energi, kekuatan, keberanian, simbol dari api, pencapaian tujuan, perjuangan, kecepatan. Warna ini dapat menyampaikan tema yang menunjukkan keberanian seseorang. energi, olahraga dan permainan

Sementara warna Putih,menunjukkan kedamaian, spiritualitas, kesucian, kesederhanaan, kesempurnaan, persatuan. Warna putih untuk menampilkan atau menekankan warna lain serta memberi kesan kesolidan.

Sedangkan warna Hitam, melambangkan perlindungan, pengusiran sesuatu yang negatif, mengikat, kekuatan, formalitas, misteri. Sehingga warna hitam menambahkan kesan tegas akan sebuah kekuatan dan kekompakan tim.

Sementara motif sasirangan yang ada di jersey memberikan kesan pertama dengan maskot Macan Gaib yang dimiliki oleh Martapura FC. Motif ini juga merupakan perpaduan motif Sasirangan Naga Balimbur danDaun Jeruruju yang mempunyai makna kuat, pemimpin, ceria, gembira, dan penolak unsur negatif.

Diharapkan menjadi semangat juang pantang menyerah terhadap lawan, tak kenal takut laksana karang yang tak pernah pilih lawan. Tak surut semangat walau laut tidak pasang. Semangat berjuang sampai akhir.
http://www.martapurafc.com/2015/09/jersey-martapura-fc-penuh-makna.html?m=1
http://banjarmasin.tribunnews.com/2015/04/21/tolak-bala-di-kostum-baru-mfc

Semoga dengan di sisipkan nya Motif sasirangan di jirah Martapura FC dapat mengangkat budaya banua di tingkat Nasional.

MARTAPURA FC THE REAL BANUA

MEMDEDIKASIKAN NO 12 UNTUK SUPORTER

Mempensiunkan nomor punggung untuk sang legenda memanglah sering terjadi dalam sepakbola. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada seorang pemain yang telah memberikan dampak besar bagi klub.

Nomor punggung itu pun menjadi keramat. Yang artinya, tidak boleh ada pemain lain yang menggunakan nomor punggung tersebut setelah si pemain pindah atau pun pensiun dari klub.

Seperti halnya nomor 10 di klub Napoli yang dipensiunkan untuk Diego Maradona atau nomor punggung 6 dan 3 di AC Milan untuk sang legenda Franco Baresi dan Paolo Maldini.

Di Indonesia sendiri ada beberapa klub yang memensiunkan nomor punggung untuk legendanya. Sebut saja nomor 19 di Persebaya Surabaya sebagai bentuk penghormatan kepada Eri Irianto yang meninggal dunia pada tahun 2000. 

Bukan hanya pemain yang pernah berjasa, suporter bisa saja punya hak untuk dikeramatkan. Dan nomor yang diharamkan untuk dipakai adalah nomor milik kiper cadangan: 12. Nomor ini sudah diakuisisi suporter karena mereka kerap dianalogikan sebagai pemain ke-12 dalam sebuah pertandingan.

Klub-klub di Eropa seperti Bayern Muenchen dan Lazio sudah mengeramatkan nomor 12 ini. Di sepakbola Asia, hal semacam itu juga sudah mulai dilakukan. Bahkan di Liga Jepang hampir seluruh klub profesional memensiunkan nomor 12 untuk para suporternya.

Lalu bagaimana di Indonesia? Martapura FC sepertinya menjadi salah satu klub yang mempensiunkan nomor 12-nya untuk suporter mereka. Pada tahun 2014, nomor itu resmi diberikan oleh Menejemen Laskar Sultan Adam kepada Monster & Lady monster(Sebutan untuk Suporter Martapura FC). http://banjarmasin.tribunnews.com/2014/04/05/pemain-mfc-dilarang-pakai-nomor-12

Martapura FC memang bukan yang pertama atau satu satunya klub di indonesia yang memberikan no 12 untuk suporter. Tapi yang patut di apresiasi dari menejeman laskar sultan Adam Memberikan sebuah penghargaan untuk suporter. kehadiran pemain ke-12 di stadion adalah elemen penting dalam sebuah pertandingan sepakbola.

Bangga menjadi bagian Keluarga Besar Martapura FC, Jadilah suporter yg berguna bagi tim kesayangan anda :) Forza Martapura FC!!!

14 Des 2016

KUTUKAN SEMIFINAL MASIH HANTUI MARTAPURA FC

JEPARA - Martapura Fc lagi lagi harus tertunduk lesu usai dibungkam oleh PSCS Cilacap dengan skor 1-2. Kekalahan tersebut membuat laju Martapura Fc terhenti di babak semifinal Turnamen ISC B Kutukan semifinal di turnamen besar untuk Martapura Fc tampaknya terus berlanjut.
Bertanding di Stadion Bumi kartini jepara Rabu malam(14/12/2016) martapura fc harus mengakui keunggulan Tim pscs cilacap walaupun sempat unggul 1-0 di babak harus kecolongan gol di akhir babak 2 dan pertandingan pun harus di lanjutkan dalam babak perpanjangan waktu. Lagi lagi martapura fc kecolangan gol dan harus merelakan tiket final kepada pscs cilacap.
Kekalahan ini juga semakin menegaskan, kutukan semifinal masih membayangi kubu tim Laskar Sultan Adam. Kekalahan dari Pscs memperpanjang rekor buruk Martapura fc di babak semifinal turnamen besar. Pasukan Frans sinatra ini  telah menelan tiga kekalahan semifinal terakhir mereka.

Tapi secara keseluruhan perjalan tim martapura fc sudah cukup menjanjikan untuk kompetisi divisi utama musim depan, dengan deretan pemain muda yang haus akan kemenangan.
Penampilan di Turnamen ISC B 2016 ini. Dan itu yang harus dijadikan pijakan untuk melakukan perbaikan. Kita memang terjatuh. Tetapi, yang paling penting bukanlah meratapi kejatuhan itu. Terpenting adalah bagaimana kita bangkit untuk bisa lebih baik di Kompetisi Divisi Utama musim depan. Dan untuk bisa bangkit dari kejatuhan, tentu kita harus belajar dari kesalahan. Belajar mengoreksi semua kekeliruan yang menjadi penyebab kegagalan. Dengan belajar dari kesalahan, diharapkan hasilnya lebih baik. Apa saja yang harus dilakukan.

Saatnya kita move on. Mari mempersiapkan tim lebih terencana dan matang untuk persiapan tampil di Kompetisi Divisi Utama Musim Depan. Persiapan matang bukan hanya soal menyatukan tim dalam waktu lama. Bukan pula soal menggelar pertandingan uji coba yang cukup. Tetapi juga memantau bakat-bakat muda yang belum terpantau di Banua ini. Filosofi blusukan ke daerah-daerah demi mencari “Intan intan yang belum dipoles”, perlu kembali dilakukan.  

Mental tanding dan kegembiraan bermain inilah yang perlu untuk ditanamkan sejak dini kepada skuad muda yang akan tampil di kompetisi divisi utama berikutnya. Bahwa, sebuah pertandingan itu hanya punya kemungkinan: kalah atau menang. Tetapi yang terpenting adalah ikhtiar keras dan mental yang benar untuk melakoninya.
Tim Martapura Fc memang terjatuh di Jepara.Tetapi, selalu ada kesempatan untuk bangkit kembali. Selalu ada kesempatan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Selalu ada cara untuk meraih hasil yang lebih baik. Why do we fall? So we can learn to pick ourselves up.

Come On Laskar Sultan Adam ku

10 Des 2016

SEMIFINAL KALI KEDUA MARTAPURA FC

Sabtu Malam 10 Desember 2016 yang indah bagi jutaan Masyarakat Kabupaten Banjar. Malam yang penuh dengan senyum dan kegembiraan bagi Syaifullah Nazar dan kawan-kawan, para Punggawa Tim Laskar Sultan Adam. Di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara Menjadi Saksi Tim Martapura Fc Merebut Satu jatah tiket Semifinal ISC B Mengulangi kesuksesan Musim Lalu yg mampu menembus Semifinal Divisi Utama 2014.

Jalan nya pertandingan antara Martapura Fc vs Persekap pasuruan di babak 8 besar cukup menarik walaupun martapura Fc sempat tertinggal di menit menit awal hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan menjadi 3 - 1.
Namun fakta yang terjadi Martapura Fc tetap bermain fight untuk menang. Laskar Sultan Adam ini memang bermental juara dan tetap bermain ngotot walaupun sempat tertinggal gol di menit awal. Mereka selalu menjaga kehormatan Martapura Fc untuk tidak kalah. Mental seperti ini yang patut diteladani dalam Tim.

Grafik Martapura Fc Naik
Pada dua kali ujicoba sebelum persiapan menuju babak 8besar ada kenaikan grafik performa Tim yang menggembirakan. Sampai akhirnya menang atas persekap di babak 8 besar adalah kebahagiaan ribuan penggemar Martapura Fc yang sudah sangat haus akan kemenangan. Dahaga akan prestasi sudah lama sekali sehingga kemenangan ini rasanya sudah seperti juara padahal baru saja menginjak ke babak semi final

Masih Banyak Pekerjaan Rumah Untuk Bos Frans Sinatra Huwae 
Kemenangan atas Persekap sangat mengesankan karena meloloskan Martapura Fc ke semifinal untuk yang ke 2 kalinya.
Skuat Martapura Fc  masih menyisakan kelemahan mendasar terutama lini pertahanan. Gol Persekap pada menit awal tidak akan terjadi jika komunikasi pemain belakang berjalan baik. Hampir tidak ada satupun pemain belakang kita yang bisa mengantisipasi umpan panjang Pemain Persekap yang berhasil memberikan umpan cantik di mulut gawang Martapura Fc.

Clearence Ball pemain belakang kita tidak akurat ada kesan asal buang bola karena panik mendapat serangan dari Persekap. Lini tengah Martapura Fc sudah cukup solid namun masih bisa ditingkatkan terutama Marchel yang sering kedodoran membendung para midfielder Lawan.

Mustaqim Ohorella layak dinobatkan sebagai Man of The Match karena sepanjang pertandingan ini sayap lincah Laskar Sultan Adam ini begitu dominan bergerak tak kenal lelah. Gol Uko wahyu dari umpan lambung Mustaqim ohorella untuk menyamakan kedudukan adalah titik balik Tim Laskar Sultan Adam sehingga termotivasi untuk menang.

Secara keseluruhan Tim Laskar Sultan Adam sudah berbuat yang terbaik dan tetap harus berbenah terutama organisasi dan skema serta kerja sama tim yang masih belum tertata dengan baik.
Masih ada waktu beberapa hari sebelum meladeni PSCS Cilacap dalam laga babak semi final. Stadion yang digunqkan kemungkinan masih di Gelora Bumi Kartini Jepara.

Laskar Sultan Adam ku selamat berbenah. Jangan cepat puas hanya sampai semi final. Raihlah final yang Pertama dan juaralah untuk pertama kali merebut Piala ISC B 2016. Mungkinkah? 

Martapura 10 Desember 2016

6 Jul 2016

Saling Maaf Memaafkan

Saling memaafkanLah satu sama lain karena memberikan maaf merupakan ajaran islam yang sangat mulia. Termasuk kebaikan hati yang dapat menghindarkan diri dari permusuhan dan dendam yang tidak pernah padam.
ingatlah akan Firman Allah SWT;

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. (Asy-Syura: 40)

Maka barang siapa memaafkan dengan baik maka pahalanya adalah menjadi tanggungan Allah,sungguh ia tidak menyukai orang orang yang dzalim, Memaafkan adalah puncak kemuliaan hati orang yang di sakiti dan orang yang di Dzalimi. Dan jangan lupa cium kaki tangan kedua orang tua mu dan minta ridho nya, karena sabda Rasul ridho Allah tergantung ridho orang tua mu, dan jangan lupa doa kan mereka kalau sudah berpulang.

Martapura 1 Syawal 1437 Hijriah
Happy Eid Mubarak

MENGANTAR PULANG BULAN RAMADHAN

Sudah 30 hari berlalu bulan Ramadhan ini dan beranjak ke bulan syawal, tapi sering kali Ramadhan ini ku tinggal sendirian, walau sering di katakan bulan istimewa pembawa berkah namun perlakuan ku tak sungguh luar biasa, oleh oleh mu nyaris tak ku sentuh.
Al Qur'an hanya di baca sekilas kalah dengan update status Smartphone dan tontonan tv.
Sholat tak lebih khusyu kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.
Tak banyak ku meminta ampunan karena sibuk menumpuk harta demi THR dan pakaian baru.
Malam dan siang mu tak banyak ku berbuat kebajikan kalah bersaing dengan bisnis yang panen di bulan ramadhan.
Tak pula banyak ku bersedekah karena takut tak cukup buat mudik ramadhan.
Ramadhan ini seperti tamu yang tak di harapkan hingga seolah olah tak menyesal untuk di tinggalkan, padahal bulan mu datang dengan kemuliaan sehingga tidak pulang dengan kesia sia'an.
Seharusnya aku menyesal telah menelantarkan bulan Ramadhan karena bulan Ramadhan pulang belum tentu kembali,semoga aku sadar karena umurku hanyalah cerita singkat yang kelak akan di pertanggung jawabkan dengan panjang.

Bumi Allah 1 Syawal 1437 H
Robbana yaa Allah pertemukan lagi aku dengan Ramadhan Mu yang mencitai ku dan sangat aku cintai. Bulan yang Memberikan malam 1000 bulan. Ramadhan Ya Allah Ramadhan ya Karim.

16 Mei 2016

AKADEMI SEPAKBOLA MARTAPURA FC ? KAMI YAKIN BISA...

Cuaca Minggu Sore tadi yang Gerimis membasahi kota Martapura dan Sekitarnya tidak mengurungkan niat saya untuk sekedar bersepeda mengitari sudut kota sambil menikmati suasana sore akhir pekan. Ketika melewati sebuah tanah lapang saya melihat beberapa anak anak remaja yang sedang bermain bola. Pemandangan itu pun menyita perhatian saya untuk menepi sambil memperhatikan Mereka bermain bola. Lapangan bola yang tidak seperti lapangan bola karena ukuran panjang dan lebar nya tidak standar, biasa lah seperti lapangan lapangan di perkampungan, Rumput yang kering kerontang di saat panas, maupun becek ketika musim hujan, tapi lapangan bola kampung ini tidak pernah sepi. Selalu saja ada yang menenteng sepatu bola di pinggir lapangan, kemudian mengenakannya. Lalu tak lama dia sudah terlihat mengutak-atik bola bersama yang lain di tengah lapangan.
Meski bermain di lapangan yang "tidak" standar mereka tetap bersemangat bermain bola, bahkan tidak jarang mereka melakukan solo run, atau gocekan ala pemain amerika latin.

Sore hendak berganti malam, Mereka baru saja menyelesaikan latihan, bersama anak anak lain nya. Tapi tiga anak sekitar usia 14-16 tahun, tiba-tiba berlarian mendekati 12 bola kaki yang habis dipakai di lapangan. Satu anak membantu mengumpulkan bola.
Dua lainnya, mengambil masing-masing satu bola. Yang pertama lalu menimbang bola dengan kaki dan menendang-nendang si kulit
bundar itu ke atas melewati kepala berkali- kali tanpa jatuh ke tanah. Anak yang kedua melakukan hal yang sama, “jugling”. Tapi menggunakan sisi dalam telapak kakinya yang kanan untuk memantul-mantul bola hingga sejajar dada berkali-kali. Semua bola karet selesai dikumpul. Ketiga anak itu pun berlarian ke sisi lapangan. Bergabung dengan sekitar 20'an anak lain yang seusia. Membentuk lingkaran melakukan pelemasan otot mengakhiri latihan. Dari jauh mereka terlihat mirip burung-burung kecil, yang bertengger rapat-rapat di dahan pohon. Tapi mereka bukan burung kecil biasa. Mereka adalah “anak-anak garuda”. Setelah besar, karena memiliki bakat alam memainkan bola seperti itu, mereka bisa
saja dipoles, menjadi “garuda-garuda muda”, seperti pemain Timnas Garuda U-19 dan U-23.

Tiba tiba saja saya teringat dengan klub profesional di kota ini Martapura FC untuk mewadahi mereka talenta talenta masa depan sepakbola banua dalam sebuah akademi sepakbola.
Tidak usahlah terlalu jauh becermin dengan akademi akademi klub klub elit eropa seperti akademi MU di carington,atau La Masia nya FC Barcelona.
Cukup (menurut saya) Sebuah akademi yang mempunyai
jenjang pendidikan sepak bola terstruktur. Pembinaan para pemain muda di akademi sepak bola dikelompokkan dalam 3
kelas:
-1. Usia 6 sampai dengan 10 tahun
(Basic Training)
-2. Usia 11 sampai
dengan 14 tahun (Intermediate Training)
-3. Usia 15 tahun keatas (Advanced
Training).
Sebuah akademi yang
mengusung visi sebagai pusat pembinaan
sepakbola usia muda dengan kualifikasi dan kompetensi internasional, serta berorientasi bisnis secara profesional dan
misi untuk menjadi akademi Sepakbola terbaik di Indonesia dan menjadi akademi yang paling produktif menyalurkan pemain-
pemainnya ke klub-klub tanah air.

Seperti Sekolah Sepak
Bola (SSB) yang ada di Indonesia.
Mempunyai Lapangan tempat berlatih sekaligus pertandingan, beberapa buah gawang dinamis serta bola dan fasilitas umum lainnya adalah wajib. Selain Lapangan yang tidak kalah penting nya sebuah akademi juga harus memiliki sebuah ruangan yang berfungsi sebagai ruangan untuk analisa perkembangan pemain binaan Martapura FC dan berfungsi juga sebagai ruangan analisa calon lawan serta review pertandingan yang telah dilakukan. Ruangan kecil ini, hanya terdiri dari beberapa komputer tapi di masing masing komputer itu memuat software program pelatihan pemain di akademi.
Selain itu akademi juga harus mempunyai klinik untuk perawatan
pertama terhadap cedera yang dialami pemain binaan.

Teringan dengan Filosofi Arsene Wenger pelatih Arsenal yang cukup bagus, Pemain bintang
itu tidak harus diperoleh dengan membeli tapi pemain bintang bisa juga diperoleh dengan diciptakan oleh klub tersebut.
Menurut beliau membuat akademi
sepakbola bagi klub profesional itu cukup “murah” hanya cukup menyisihkan 10% dari total pengeluaran satu musim klub tersebut. Artinya kalau satu musim klub profesional memiliki dana 10 M maka cukup 1 M untuk investasi di akademi sepakbolanya. Akademi Sepakbola juga memberikan keuntungan ganda, selain bisa mencetak pemain bintang, akademi
juga bisa menciptakan staff kepelatihan yang mumpuni.

Saya mempunyai impian
suatu saat nanti Martapura FC bisa
mempunyai sebuah akademi khusus untuk mendidik calon pemain muda yang akan memperkuat tim senior ataupun pemain muda yang bisa kita transfer ke klub lain. Ditambah dengan fasilitas pendukung lain yang sudah disebutkan diatas. Siapa yang tidak bangga jika Martapura FC diperkuat oleh para pemain hasil binaan Akademi Martapura FC? Saya masih ingin melihat Martapura bisa menciptakan lagi pemain seperti, Abdillah,Sultan,syaifullah,Said Umar, Farhat,faisal,Syaifullah nazar,Elyani,Nizar dll.
Memang untuk membuat sebuah Akademi berkualitas tidak cukup mudah tetapi suatu hal yang wajib dilakukan. Menurut saya,
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mengurangi anggaran belanja
pemain, jika sebelumnya satu pemain dikontrak sebesar 300juta maka turunkanlah nilai kontraknya menjadi 150juta/ pemain. Jika biasanya menggunakan pemain mahal sebanyak 3 / 4 pemain maka cukup kontrak 2 / 3 pemain mahal. Selisih anggaran tersebut silakan investasikan kepada pembuatan Akademi sepakbola. Atau jika memang susah mendirikan akademi dengan dana operasional klub, maka klub bisa melakukan kerja sama dengan pihak ketiga, dalam hal ini bisa pemerintah ataupun swasta. Untuk itulah sebuah Klub Profesional memerlukan sebuah tim marketing yang cukup
kredibel. Kalau mau menjadi klub yang profesional dan mandiri
maka manajemen MARTAPURA FC WAJIB membuat sebuah akademi untuk pembinaan pemain muda MARTAPURA FC.
Akademi dan fasilitas pendukung lain itu bisa juga membantu menghasilkan pendapatan tambahan untuk MARTAPURA FC.

Setelah musim lalu para pendukung MARTAPURA FC sukses mengkampanyekan “One Ticket One Game”,
tidak ada salahnya jika musim ini
pendukung MARTAPURA FC mulai
mengkampanyekan “No Soccer Academy No MARTAPURA FC”. Mari semua elemen
pendukung MARTAPURA FC saling Bahu membahu dan rukun untuk mengawal MARTAPURA FC menjadi sebuah klub yang mandiri dan profesional.

“Alih-alih menjalankan fungsi check dan balance untuk kemajuan sepakbola, media dan suporter justru ikut tercebur pada kegiatan klub yang kontraproduktif.
Seharusnya media lebih kritis dalam
pemberitaan. Bukan sajikan berita klub A beli pemain X berharga bombastis, tapi kritisi ketiadaan Pelatih Fisik klub. Suporterpun setali tiga uang. Bukannya mendorong manajemen klub untuk
dibuatkan akademi, malah sibuk menangisi kepergian pemain bintang Musim lalu.
Untuk itu saya serukan pada semua untuk pikirkan masa depan klub. Bangun Sumber Daya Manusia(SDM) via akademi dan kembangkan fasilitas!”
Semoga tulisan ini bisa membuat hati manajemen terbuka untuk menciptakan sebuah Akademi Sepak bola Martapura FC dan menjadikan klub ini menjadi salah satu Klub mandiri yang profesional.

Mohon maaf jika terdapat kata kata yang kurang berkenan. Semoga bermanfaat.....
Salam Sadingsanakan Laskar Kota Intan....

Dari Sudut Kota intan Untuk Martapura FC yang Mandiri Dan Profesional.

Senin 16 mei 2016 pukul 02:40